Pollo Campero


Update: Restoran ini udah tutup. No wonder why.

Pertama kali tau tentang resto ini dari reviewnya si Idunk. alo gue baca di situ, nampaknya sih dia juga nggak terlalu terkesan dengan resto ini. Kutipannya;

Kalo dari service, rasanya masih kurang banget.. apa karena kita datengnya emang pas lagi rame banget dan keliatan pramusaji-nya masih pada kelabakan..

Dia juga mengakui bahwa 3 bintang yang diberikannya kemungkinan dipengaruhi oleh ‘perlakuan khusus’ berupa dapet voucher dan complimentary rice bowl. Tanpa itu mungkin cuma 2 bintang kali.
Tapi sebelum nyoba sendiri rasanya belum afdol – maka malam ini gue memutuskan untuk menjajal tempat baru itu bersama Ida dan bayi Rafi. Ternyata hasil penemuan gue adalah:

  • Emang bener pramusajinya nampak masih bingung. Contohnya waktu gue mau pesen ayam – paket yang mereka sediakan cukup ‘unik’ yaitu pengunjung harus milih antara beli paket isi 2 potong atau isi 9 potong (jadi nggak bisa beli satuan – nampaknya). Berhubung bayi Rafi belum tertarik makan ayam goreng maka gue beli yang paket 2 potong disertai pertanyaan, “Boleh nggak saya minta ayamnya dada semua?”.
    Ternyata pertanyaan tersebut tergolong pertanyaan yang cukup ‘pelik’ di resto ini, terlihat dari ekspresi mbak pramusaji yang langsung menegang, lantas berkonsultasi pada temannya, “boleh nggak ayamnya dada semua?”. Pertanyaan ini disambut dengan ekspresi yang tidak kalah tegangnya, diikuti berikutnya dengan adegan mondar-mandir sang teman yang ditanya tadi (mungkin ceritanya untuk menimbulkan kesan ‘mengecek’ apakah benar stok dada ayam masih berjumlah genap sehingga bisa diberikan 2 sekaligus).
    Setelah menanti beberapa menit akhirnya gue menerima jawaban penuh keraguan “nggg… ngg… boleh deh pak”. Padahal gue nggak maksa lho. Maksudnya, kalo memang nggak boleh ya nggak papa, toh gue bisa pindah ke chilli’s yang udah karuan lebih nyaman dan lezat.
  • Kalo dibandingkan dengan resto yang sejenis, tempat ini tergolong mahal. Untuk 1 paket ayam isi 2 yang didapatkan secara menegangkan tadi, plus 2 minuman kelas softdrink dan 1 kentang ukuran besar, gue harus bayar bon senilai 50.900. Nyaris 2 kali lipat lebih mahal dari KFC. Nah pertanyaannya, apakah rasanya 2 kali lipat lebih enak? Baca poin berikut.
  • Jawabanya adalah TIDAK. Bukannya nggak enak, tapi ya biasa aja dan tidak lebih enak dari KFC – tempat di mana gue bisa beli dada ayam berapapun jumlahnya tanpa harus merasa bersalah seperti habis minta kenaikan uang jajan pada ibu.
  • Interiornya cukup bagus, dan tempatnya luas banget (plus poin) 
  • Ada area khusus untuk merokok (plus poin lainnya) 
  • Secara umum pramusaji yang gue temui menunjukkan sikap yang ramah, dalam arti rajin tersenyum, mengucapkan selamat datang dan selamat malam (plus poin, namun sayangnya tujuan utama gue datang ke sebuah resto adalah untuk makan – bukan beramah tamah. Kalo mau beramah tamah mending gue dateng ke kopdar MP).

Kesimpulan:
Kehadiran 3 poin terakhir membuat gue (dengan tidak terlalu rela tentunya, sama tidak relanya seperti mbak pramusaji yang harus menjual paket isi 2 potong ayam yang dada semua) memberikan 2 bintang untuk resto ini. Mungkin kalo gue dateng di saat rame banget seperti si Idunk, bisa melorot ke bintang 1. Kalo ditanya apakah gue berminat datang lagi ke sini, maka jawabnya adalah YA dengan syarat:

lagi ditraktir…

ATAU

lagi dalam keadaan lapar banget namun nggak ada satupun penjual makanan lain, termasuk tukang toge goreng dan pecel lele yang buka…

ATAU

…lagi pergi bareng segerombolan teman yang mana tiba-tiba mereka merasa lapar di jalan dan mengajak cari makan dan salah satu di antaranya berseru “yuk, kita makan di pollo campero” sedemikian rupa sehingga yang lainnya berseru-seru “asiik… ayo, ayo, kita makan di pollo campero” dan gue udah mencoba dengan sekuat tenaga berteriak, “amit-amit, mendingan gue makan soto bercoro” namun ditukas oleh yang lainnya dengan berkata “ah agung anaknya nggak asik nih, nggak fungky, nggak hore” lantas mereka mengancam bahwa kelak di kemudian hari bisa saja terjadi sanksi sosial berupa “agung yang mana sih?” “itu tuh yang nggak mau gabung waktu kita makan di pollo campero” – maka YA, kemungkinan gue akan mau makan lagi di Pollo Campero.

di luar syarat tersebut mending makan di KFC.

Iklan
Tinggalkan komentar

13 Komentar

  1. yakkk.. itulah yang terjadi sama gue.. secarra dulunya pengen makan GM

    Suka

    Balas
  2. mbot said: yah kurang lebih deh, hiperbola dikit :-p

    masa uda nge-gym masi kaya bola. kamu tuh..mbot..

    Suka

    Balas
  3. prajuritkecil said: gung, elo pecinta KFC ya…??? sama dunksssss……!!!!!tapi gw yg rasa original…

    oh iya banget, dan sama, gue lebih suka yang original.. 🙂 toss…

    Suka

    Balas
  4. difla said: naahhh..menurut saya, ini satu2nya nilai plus yang dimiliki resto itu.. :)lokasinya dimana sih mas?

    di gedung sarinah thamrin, yang menghadap ke jalan sunda

    Suka

    Balas
  5. kangbayu said: hmm… rafi sedari kecil dah didoktrin buat jadi penggemar ayam ya?

    hehehe… tapi kalo ternyata nanti anaknya doyan ikan ya nggak dilarang kok 🙂

    Suka

    Balas
  6. littlerebby said: yakin? mpe segitumya? ck..ck…

    yah kurang lebih deh, hiperbola dikit :-p

    Suka

    Balas
  7. agungks said: review restoran ternyata…dari namanya,pollo campero, aku pikir tadi jurnal ini mo ngereview novelis :p

    ooo… ada novelis bernama pollo campero toh? baru tau 🙂

    Suka

    Balas
  8. gung, elo pecinta KFC ya…??? sama dunksssss……!!!!!tapi gw yg rasa original…

    Suka

    Balas
  9. mbot said: Ada area khusus untuk merokok (plus poin lainnya)

    naahhh..menurut saya, ini satu2nya nilai plus yang dimiliki resto itu.. :)lokasinya dimana sih mas?

    Suka

    Balas
  10. kangbayu said: hmm… rafi sedari kecil dah didoktrin buat jadi penggemar ayam ya?

    sepertinya sih begitu..trus dia juga udah angan2, mau ngajarin html dari SD, trus belajar php pas SMP..dst..dst..ck ck ck..

    Suka

    Balas
  11. hmm… rafi sedari kecil dah didoktrin buat jadi penggemar ayam ya?

    Suka

    Balas
  12. mbot said: dengan sekuat tenaga berteriak, “amit-amit, mendingan gue makan soto bercoro”

    yakin? mpe segitumya? ck..ck…

    Suka

    Balas
  13. review restoran ternyata…dari namanya,pollo campero, aku pikir tadi jurnal ini mo ngereview novelis :p

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
    My Wonder Woman | (n… di Di rumah, ibu seperti wol…
    mbot di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.574 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: