Kwaliteit 2


Ini film udah jadul banget, tayang di bioskop tahun 2004 tapi waktu itu gue nggak sempet nonton. Sebenernya waktu itu tertarik juga untuk nonton karena reviewnya di beberapa media cukup menjanjikan. Sayangnya film ini nggak bertahan lama di bioskop.

Eh, ndilalah 2 minggu yang lalu gue nemu VCD film ini dijual di mal Ambassador. Maka tercapailah cita-cita gue.

Film ini bercerita tentang petualangan Santoso (Bramantyo) mahasiswa baru di sebuah universitas yang konflik dengan seniornya, Vanco (Arie Wiraswan). Di kolam renang kampus Santoso nyaris ribut dengan Vanco karena membela Limin (Dennis Adhiswara) yang lagi dicelup-celupin ke kolam.

Mereka lantas dilerai oleh penjaga kolam (Sunaryo Hadi) dan disarankan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara… adu gebuk bantal. Di ‘pertarungan’ pertama ini Santoso kalah, sehingga akhirnya dia, Limin, plus 2 orang temennya Sly (Rahadian) dan Zulfikar (Mualimin) memutuskan untuk berguru ilmu gebuk bantal kepada bapak penjaga kolam yang ternyata adalah seorang ‘suhu’ ilmu gebuk bantal.

Di review gue untuk film ‘Koper’ gue bilang, “kalo mau bikin film aneh jangan nanggung” dan ternyata inilah dia film aneh yang nggak tanggung-tanggung. Mungkin buat beberapa orang film ini norak dan garing, serta cenderung jorok (dalam arti sebenarnya), tapi ampun deh, gue ketawa sampe nangis nonton ni film.

Bayangin aja (SPOILER ALERT), emangnya ada ya, konflik senioritas di kampus diselesaikan dengan cara gebuk bantal? Huhuhu… trus bisa-bisanya para pemain film ini ngelakuin adegan2 gebuk bantal dengan tampang sangar dan serius kaya lagi menghadapi pertarungan hidup dan mati. Udah gitu adegan romantisnya dong… nggak kalah noraknya… hehehe… jadi ceritanya si Santoso ini kan naksir cewek yang tinggal di kos2an sebelah. Nah, di salah satu adegan digambarkan dia berbunga-bunga karena bisa berdekatan sama si cewek ini waktu… beli gorengan bareng! Jadi adegannya si Santoso bareng cewek ini berdiri makan gorengan di pinggir jalan tapi diiringi dengan musik instrumental romantis gitu… hehehehe… gelo! Pada akhirnya Santoso berhasil ngajak kencan si cewek, dan tau nggak jalan-jalannya ke mana? Ke BONBIN coy, nggak lupa sambil bawa bekal minum dalam termos aluminium bergambar bunga plus makanan dalam rantang susun, hihihihi…

Pokoknya banyak banget adegan2 ancur dan sinting bertebaran di film ini. Misalnya waktu tokoh Sly dipalak sama preman, terjadi dialog sebagai berikut:

Preman: Heh! Punya duit nggak lo?!
Sly: Nggak punya bang… Abang punya nggak?
Preman: Ya… ada sih…
Sly: Ya udah sini pake duit abang aja dulu!

Trus dengan begonya si preman malah ngasih duit ke Sly! Hehehe… sinting, sinting, sinting. Tokoh Limin di film ini digambarkan sangat mengidolakan Lamting (atlet taekwondo / aktor sinetron). Tiap kali muncul dia pake kaos bertuliskan “Lamting idolaku”. Nah, di adegan puncak pertarungan gebuk bantal digambarkan Limin sebelumnya udah diancam oleh tim lawan untuk mengalah. Limin digebukin di atas batang pinang tanpa berani ngebales sampe (sorry) ingusnya nempel ke batang pinang. Saat kondisi makin kritis tiba-tiba muncul Lamting (diperankan oleh Lamting sendiri) sebagai komentator pertandingan. Limin jadi termotivasi minimal untuk jangan sampe terpukul jatuh dan akhirnya memang berhasil menang karena… lawannya kepleset ingus! hehehehe…

Selain jadi pemeran Limin, Denis Adhiswara juga bertindak sebagai sutradara di film ini. Sedangkan Budi Lestari, produsernya, adalah bapaknya Dennis. Modal untuk bikin film ini sebesar 1.5 miliar didapat dari hasil jual mobil dan tanah. Walaupun menghabiskan biaya yang lumayan gede, tapi secara teknis film ini nampak sangat ala kadarnya banget. Shootingnya cuma pake 1 handycam. Nggak heran di beberapa adegan yang mempertontonkan dialog antar 2 orang, kualitas suara waktu kamera menyorot orang pertama beda banget dengan waktu kamera menyorot orang ke dua. Di beberapa adegan bahkan dialognya nggak kedengeran karena suaranya mendem (untung nontonnya di VCD, bisa direwind). Tapi secara keseluruhan, gue terhibur banget nonton film gila ini. Usul buat para pembuat film; daripada bikin film horror melulu, mending bikin film model gini ajalah sekali-sekali, biar penonton nggak bosen gitu loh. (FYI sebentar lagi akan tayang film baru yang lagi2 bertema horror, judulnya “ROH”).

Review lain tentang film Kwaliteit 2:

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

21 Komentar

  1. gw udah nnton karyanya dennis, dr film indie pertamanya..jdulnya klo ga slh,”cepetan pulang, sebentar lagi jam 5″trus “El Meler” trakhir film ini, “Kwalitet2”..smuanya seru n konyol abis..oya,gw btuh bantuan ni tmn2,ada yg pnya emailnya dennis g??gw mo nawarin ide cerita/skenario ni…klo ada yg mo bantuin mksh..ato klo g, mungkin mas dennis sendiri bersedia menghubungi gw..hehe..gw hengky,msh kuliah d jogja…bantuin gw y tmn2…thanks(email gw : lihatdengarrasa@yahoo.com)

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: