Miracle Delivery (4/4) “ibu sudah siap?”


< < sebelumnya

17.00

Bukaannya melaju terus hingga lewat dari jam 17.00 udah mencapai bukaan 9. Dokter udah dihubungi, juga para mertua. Sekitar jam 17.20, Ida mulai didorong ke ruang bersalin. Ini pertama kali gue masuk ruang bersalin, dan gue nggak nyangka ruangannya sesempit ini. Di sudut ada sepasang tabung kaca raksasa – alat vacuum untuk membantu kalo bayinya mendadak macet di tengah jalan. Mudah-mudahan nggak perlu make benda itu, pikir gue dalam hati.

Ida makin rewel, “Dokternya mana suster, kok nggak dateng-dateng, sakit sekali ini…”
“Tenang Ibu, dokternya lagi di jalan, kan rumahnya dekat… sebentar lagi juga sampai. Tapi kita ini bukan nunggu dokter lho bu… kita nunggu bukaannya sempurna sampai bukaan 10. Kalaupun bukaannya sudah sempurna sebelum dokternya datang, ya kita semua di sini punya kualifikasi bidan untuk membantu kelahiran. Jadi ibu nggak perlu kuatir, ya…”

Excellent answer, bener-bener menenangkan perasaan. Buat para ibu yang masih bingung mau melahirkan di mana, gue highly recommend RS YPK deh.

Menjelang jam 17.30 ibunya Ida dateng dari hotel, ikutan masuk ke ruang bersalin untuk nengok anaknya.
“Mama… sini aja..” kata Ida.

Para suster saling berpandangan, rada sungkan untuk mengusir, tapi apa boleh buat.
“Maaf ibu, yang nungguin di dalam satu saja, sebab ruangannya sempit. Mau ditunggui ibunya atau suaminya?”

Sekarang giliran ibunya Ida yang liat-liatan sama gue. Nampaknya beliau belum siap mental untuk ikutan nonton proses kelahiran, sehingga akhirnya gue mengambil inisiatif, “Saya aja yang di dalam suster.”
Ibunya Ida segera menimpali dengan nada lega, “Iya suster, saya nunggu di luar aja deh.”

Beberapa menit kemudian, para suster yang berjaga dalam ruangan tiba-tiba berteriak, “Bukaannya udah sempurna ini! Ayo kita mulai aja.” Pas saat itu HP bunyi. Dari Bayu.

“Wah, Bay, sori banget ya gue belum bisa keluar sekarang, soalnya… ini udah di ruang bersalin. Bayinya udah mau keluar. Sori ya, tolong doain ya!” Nggak nyangka ternyata anak gue cinta banget sama Oom Bayu, lahirnya nunggu Oom Bayu dateng dulu. Sementara itu, dokternya belum juga dateng.

Para suster nampak udah mantap bersiap-siap, tiba-tiba jreng… datanglah sang dokter.

“Tahan… tahan dulu ya, dokternya udah datang,”

Dokter make baju operasi dan sarung tangan karet, lalu mengambil alih komando.

“Oke ibu, sekarang semuanya tergantung ibu ya, ini akan sepenuhnya mengandalkan tenaga ibu. Masih ingat senam hamilnya kan? Yak, kalau sudah siap ikuti aba-aba saya untuk mendorong ya bu…”

Nah, di titik inilah keyakinan gue dari tadi pagi sedikit-sedikit mulai luntur. Maksud gue, seluruh proses kehamilan Ida dari hari pertama hingga hari ini berjalan relatif tanpa gangguan. Memang bulan lalu sempet ada kontraksi dini, tapi bisa diatasi tanpa ada kebocoran air ketuban. Selama Ida hampir nggak pernah sakit, nggak pernah jatuh. Hari ini juga semuanya berjalan sesuai rencana dan prosesnya bisa dikontrol. Tapi justru di detik-detik menjelang kelahiran keadaan bisa berbalik 180o.

Sekarang gue ngerti kenapa banyak cerita tragis seputar proses kelahiran justru di detik2 terakhirnya: karena semuanya tergantung pada kekuatan si ibu. Sekalipun semuanya normal, dalam arti bayi nggak sungsang, bukaan sempurna dan jalan lahir memadai, kalo ibunya tiba-tiba kehabisan tenaga saat proses kelahiran akibatnya bisa fatal. Yang paling berbahaya adalah ketika bayi udah separuh jalan keluar, tiba-tiba ibunya nggak mampu lagi mendorong – bayi bisa kejepit di tengah-tengah, dan resikonya bisa aneka ragam mulai dari kelainan saraf hingga kematian karena nggak bisa nafas.

“Siap ibu? Yak dorong…!”

Ida mencoba mendorong tapi belum berhasil. Gue sibuk mengabadikan pake digicam. Huh, untung memory cardnya udah gue kosongin.

Rupanya patokan untuk mendorong keluarnya bayi adalah kontraksi di perut ibunya. Jadi para suster yang membantu selalu nanya “sakitnya masih nggak? Kalo sakitnya hilang berhenti dulu” Saat istirahat itu dipake untuk mengambil nafas dan menyusun tenaga sambil menunggu gelombang kontraksi berikutnya datang. Dan di saat bukaan udah sempurna begini, jeda waktu istirahatnya nggak akan terlalu lama – oleh karena itu managemen energi bener-bener penting dalam proses ini.

“Sudah terasa sakit lagi ibu? Oke, ayo dorong lagi. Nggak papa bu, tendang aja saya,” kata dokternya mempersilakan Ida menggunakan badannya sebagai pijakan kaki. Satu lagi hikmah yang gue temukan: untung dokternya gede dan kekar – Mayor Angkatan Darat pula. Coba kalo kurus kecil dan cungkring, bisa mental kali menahan tekanan segitu besarnya. FYI, tekanan mengejan pada saat melahirkan sedemikian besarnya sehingga para ibu dilarang untuk menutup mata (karena pembuluh darah mata bisa pecah), menggembungkan pipi (karena pembuluh darah pipi bisa pecah), maupun mengatupkan rahang (karena lehernya bisa jadi menggembung seperti kodok bangkong).

Beberapa kali Ida mencoba mendorong tanpa hasil sampe akhirnya… nah tuh, apaan tuh bulet-bulet berlendir nongol… eh ternyata kepala anak gue!

Memang luar biasa design Sang Pencipta bayi karena ternyata kepala bayi yang baru lahir itu sama sekali nggak terlihat seperti tulang. Di tangan dokter yang menyambutnya, kepala anak gue nampak lembek dan berdenyut seperti balon berisi air. Rupanya tulang tengkorak kita yang sekarang keras ini, dulunya lembek dan elastis supaya gampang melewati jalan lahir. Rupanya ini juga sebabnya kenapa para bayi yang lahir dengan divacuum kepalanya jadi memanjang, karena saat lahir tulangnya masih sangat lunak. Yah pikir2 tulang manapun kalo direndem air selama 9 bulan bisa jadi empuk juga kali nggak?

Saat kepala bayi udah keluar, dokter berhenti sebentar untuk melepaskan lilitan tali pusar di leher. Selama ini hasil USG menunjukkan adanya tali pusar melintang di leher, tapi nggak bisa memastikan apakah posisinya hanya sekedar numpang lewat atau betulan melilit seperti laso. Ternyata memang melilit. Kalo kata orang Jawa sih, bayi-bayi yang lahir dengan terlilit tali pusar nanti setelah besar akan pantes pake baju apa aja. Gue sih nggak terlalu setuju ya, secara ada beberapa orang yang gue tau lahir terlilit tali pusar suka aneh juga dandanannya.

Setelah lilitan tali pusar berhasil dilepaskan, proses kelahiran berlangsung lancar. Dalam beberapa menit aja seluruh badan bayi udah keluar sempurna. Sama sekali nggak kaya di film-film di mana bayi-bayi yang baru dilahirkan langsung bisa nangis kenceng, anak gue cuma teronggok tak berdaya di atas meja – keriput berlumuran lendir dan darah. Suster mengorek-ngorek mulutnya untuk mengeluarkan sisa lendir, lantas dipindahkan ke meja sebelah untuk dilap dan ditimbang. Baru setelah itu kedengeran tangisnya, itu juga dengan suara yang seperti tertahan. Keliatannya masih banyak lendir di saluran pernafasannya.

Waktu itu jam tangan menunjukkan angka 17.55. Waktu ini yang dipake sebagai catatan resmi waktu kelahiran bayi gue.

Aneh. Tiba-tiba aja hari ini gue udah jadi seorang bapak.

Epilog

Bayu dan Ade tercatat sebagai MPers pertama yang menyaksikan kehadiran anak gue ke dunia. Bayu malah mengabadikan proses gue mengadzani si bayi – sementara gue sendiri nggak kepikiran. Sedangkan Ai, sesama ibu guru di tempat ngajar Ida, ikutan jadi orang pertama yang nengok karena ‘kebetulan’ lagi lewat di deket RS. Malemnya, seluruh keluarga gue, minus ibu yang masih terikat di kursi roda dan kakak gue yang tinggal di Makassar, berbondong-bondong dateng ke RS. Lagi-lagi
‘kebetulan’, hari itu adalah ulang tahun kakak gue yang tertua, jadi semuanya lagi pada ngumpul di rumah. Seperti udah diatur dalam skenario maha besar, kelahirannya disambut oleh banyak orang.

Menjelang tengah malam, setelah semua tamu pulang, gue pulang sebentar untuk ngambil baju di rumah.

I looked up to the sky, and there it is… the full moon. My favourite celestial object is also coming to witness the birth of my son.

Nadiv Rafi Nugroho.

Terima kasih…

…buat para MPers yang udah repot-repot meluangkan waktu untuk kirim SMS, PM, nelepon, dan menengok, terima kasih banyak ya.

Posting-posting yang berkaitan dengan kelahiran bayi kami antara lain bisa diklik di:

(update: sayangnya album-album berikut ini udah broken link semua akibat tutupnya multiply)

  • Kangbayu’s journal: Welcome Rafi! (Agung & Ida’s)
  • Kangbayu’s photo album: Anggota baru keluarga Agung & Ida
  • Kangbayu’s video: Rafi: Sesaat setelah lahir
  • Kangbayu’s video: Rafi: Sesaat setelah lahir part.2
  • Tianarief’s journal: [kabar gembira] Baby Boy!
  • Menhariq’s photo album: Hello Rafi.. (mbot jr.) ^_^
  • Rauffy aka Alan’s photo album: Welcome to the world, Rafi
  • Trizyalempicka aka Tria aka Idunk’s journal: Agung’s Baby Boy
  • Prajuritkecil aka Ira’s photo album: Rafi-nya Ida dan Agung: NNaaaah… ini baru bayiiii…. 🙂
  • Ciput’s photo album: [Kopdar] Bezoek Mbot Jr. Tapi Teuteup Kendid & Narsis
  • Ciput’s photo album: [Anak] Pelajaran Jahil #1 Dito U/ ‘Adik’ Barunya
  • Nicelovelydentist aka Alya’s journal: Hari hari sebelum cuti 4 hari
  • Windageulis‘ photo album: Nadif Rafi Nugroho
  • Windageulis‘ photo album: Dede Rafi Digangguin Tante Diah

eh kalo ada yang kelewat mohon dikoreksi ya… maklum gue postingnya udah telat banget sih, huhuhu… kebiasaan buruk menunda pekerjaan :-p

Thanks again, guys. You’re the best!

Iklan
Tinggalkan komentar

37 Komentar

  1. ahh… jadi keinget lagi… dah hampir tiga taun lalu ya?

    Suka

    Balas
  2. kenapa ya semua dokter u datang menjelang saat2 terakhir melahirkan? Bayiku lahir jam 4 sore, pesawat yg membawa dokter baru landing di bandara jam 1 siang

    Suka

    Balas
  3. iseng2 membaca..ternyata…lahirnya di YPK juga…eh, beda sebulan doang…btw dokternya siapa? kok ada militer2 juga…hihihi, jadi pengen hamil dan melahirkan lagi [loooj??]

    Suka

    Balas
  4. wah baca episode mas agung ikut deg2an euy… selamat yach mas atas kelahiran anak pertamanya, maap terlambat yach lama gak saya gak ke MP… iya neh ikutan nunggu cerita sate kangguru n nastar nanas!!! hehehehe…

    Suka

    Balas
  5. Mas Agung, maaf terlambat, selamat yeah mas, atas kelahiran Rafi, semoga menjadi anak yang soleh, yang selalu menjadi penyejuk hati orang tuanya. Amin.

    Suka

    Balas
  6. Bayu udah salah juga, tar tambah salah lagi (salah 2x kan?) aku juga lagi nungguin kelanjutan nasib si AKang guru & si nanas, keknye mengenaskan sekali tuh.. 😀

    Suka

    Balas
  7. alhamdulillah, kami ditakdirkan sebagai salahsatu (eh salahdua ya?) temen yang bisa hadir di event penting ini. minggu sore yang lalu, rencananya mo mampir ke tempat kalian abis dari Monas tuh, nengok Rafi yang keliatannya udah ganti versi wajah lagi hehehe… cuma karena takut ganggu yang abis begadang jadi diundur aja dulu, sekalian ntar ta’ bawain video versi full nya, ama foto2nyaditunggu cerita kangguru ma nanasnya yee…

    Suka

    Balas
  8. selamat ya mas, bwt anak pertamanya….aq bacanya ikut deg degan…

    Suka

    Balas
  9. salut … mas Agung berani nungguin istrinya di dalam kamar bersalin … gag banyak orang yang berani termasuk suamiku, apalagi karena ternyata akunya harus di-caesar … he he he …

    Suka

    Balas
  10. selamattttt…barakallahuma…ccckkk…

    Suka

    Balas
  11. Waaahhhh…..deg-degan sambil senyum-senyum bacanya :pabis Mas Agung ceritanya kadang lucu sih.. hihihi Salam buat Bunda Ida dan DD Rafi

    Suka

    Balas
  12. trizyalempicka said: nadiv artinya apaan yaa? senangnyaaa… ada mahluk kecil bisa ikutan pake nama nugroho jugaa..

    nadiv artinya kemuliaan.. :-))

    Suka

    Balas
  13. windageulis said: semoga bayi rafi jadi anak yang soleh, sayang sama bunda dan bapak..

    gw ikut akur sama do’a winda : )

    Suka

    Balas
  14. wow….selamat mas….

    Suka

    Balas
  15. huhuhu jadi terharu *padahal udah diceritain panjang lebar sama ida and ibu*semoga bayi rafi jadi anak yang soleh, sayang sama bunda dan bapak..

    Suka

    Balas
  16. ikutan tegang bacanyaselamet ya, mas….

    Suka

    Balas
  1. Miracle Delivery (3/4) Ayah macam apa yang mondar-mandir di lorong? | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
    My Wonder Woman | (n… di Di rumah, ibu seperti wol…
    mbot di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.574 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: