Miracle Delivery (4/4) “ibu sudah siap?”


< < sebelumnya

17.00

Bukaannya melaju terus hingga lewat dari jam 17.00 udah mencapai bukaan 9. Dokter udah dihubungi, juga para mertua. Sekitar jam 17.20, Ida mulai didorong ke ruang bersalin. Ini pertama kali gue masuk ruang bersalin, dan gue nggak nyangka ruangannya sesempit ini. Di sudut ada sepasang tabung kaca raksasa – alat vacuum untuk membantu kalo bayinya mendadak macet di tengah jalan. Mudah-mudahan nggak perlu make benda itu, pikir gue dalam hati.

Ida makin rewel, “Dokternya mana suster, kok nggak dateng-dateng, sakit sekali ini…”
“Tenang Ibu, dokternya lagi di jalan, kan rumahnya dekat… sebentar lagi juga sampai. Tapi kita ini bukan nunggu dokter lho bu… kita nunggu bukaannya sempurna sampai bukaan 10. Kalaupun bukaannya sudah sempurna sebelum dokternya datang, ya kita semua di sini punya kualifikasi bidan untuk membantu kelahiran. Jadi ibu nggak perlu kuatir, ya…”

Excellent answer, bener-bener menenangkan perasaan. Buat para ibu yang masih bingung mau melahirkan di mana, gue highly recommend RS YPK deh.

Menjelang jam 17.30 ibunya Ida dateng dari hotel, ikutan masuk ke ruang bersalin untuk nengok anaknya.
“Mama… sini aja..” kata Ida.

Para suster saling berpandangan, rada sungkan untuk mengusir, tapi apa boleh buat.
“Maaf ibu, yang nungguin di dalam satu saja, sebab ruangannya sempit. Mau ditunggui ibunya atau suaminya?”

Sekarang giliran ibunya Ida yang liat-liatan sama gue. Nampaknya beliau belum siap mental untuk ikutan nonton proses kelahiran, sehingga akhirnya gue mengambil inisiatif, “Saya aja yang di dalam suster.”
Ibunya Ida segera menimpali dengan nada lega, “Iya suster, saya nunggu di luar aja deh.”

Beberapa menit kemudian, para suster yang berjaga dalam ruangan tiba-tiba berteriak, “Bukaannya udah sempurna ini! Ayo kita mulai aja.” Pas saat itu HP bunyi. Dari Bayu.

“Wah, Bay, sori banget ya gue belum bisa keluar sekarang, soalnya… ini udah di ruang bersalin. Bayinya udah mau keluar. Sori ya, tolong doain ya!” Nggak nyangka ternyata anak gue cinta banget sama Oom Bayu, lahirnya nunggu Oom Bayu dateng dulu. Sementara itu, dokternya belum juga dateng.

Para suster nampak udah mantap bersiap-siap, tiba-tiba jreng… datanglah sang dokter.

“Tahan… tahan dulu ya, dokternya udah datang,”

Dokter make baju operasi dan sarung tangan karet, lalu mengambil alih komando.

“Oke ibu, sekarang semuanya tergantung ibu ya, ini akan sepenuhnya mengandalkan tenaga ibu. Masih ingat senam hamilnya kan? Yak, kalau sudah siap ikuti aba-aba saya untuk mendorong ya bu…”

Nah, di titik inilah keyakinan gue dari tadi pagi sedikit-sedikit mulai luntur. Maksud gue, seluruh proses kehamilan Ida dari hari pertama hingga hari ini berjalan relatif tanpa gangguan. Memang bulan lalu sempet ada kontraksi dini, tapi bisa diatasi tanpa ada kebocoran air ketuban. Selama Ida hampir nggak pernah sakit, nggak pernah jatuh. Hari ini juga semuanya berjalan sesuai rencana dan prosesnya bisa dikontrol. Tapi justru di detik-detik menjelang kelahiran keadaan bisa berbalik 180o.

Sekarang gue ngerti kenapa banyak cerita tragis seputar proses kelahiran justru di detik2 terakhirnya: karena semuanya tergantung pada kekuatan si ibu. Sekalipun semuanya normal, dalam arti bayi nggak sungsang, bukaan sempurna dan jalan lahir memadai, kalo ibunya tiba-tiba kehabisan tenaga saat proses kelahiran akibatnya bisa fatal. Yang paling berbahaya adalah ketika bayi udah separuh jalan keluar, tiba-tiba ibunya nggak mampu lagi mendorong – bayi bisa kejepit di tengah-tengah, dan resikonya bisa aneka ragam mulai dari kelainan saraf hingga kematian karena nggak bisa nafas.

“Siap ibu? Yak dorong…!”

Ida mencoba mendorong tapi belum berhasil. Gue sibuk mengabadikan pake digicam. Huh, untung memory cardnya udah gue kosongin.

Rupanya patokan untuk mendorong keluarnya bayi adalah kontraksi di perut ibunya. Jadi para suster yang membantu selalu nanya “sakitnya masih nggak? Kalo sakitnya hilang berhenti dulu” Saat istirahat itu dipake untuk mengambil nafas dan menyusun tenaga sambil menunggu gelombang kontraksi berikutnya datang. Dan di saat bukaan udah sempurna begini, jeda waktu istirahatnya nggak akan terlalu lama – oleh karena itu managemen energi bener-bener penting dalam proses ini.

“Sudah terasa sakit lagi ibu? Oke, ayo dorong lagi. Nggak papa bu, tendang aja saya,” kata dokternya mempersilakan Ida menggunakan badannya sebagai pijakan kaki. Satu lagi hikmah yang gue temukan: untung dokternya gede dan kekar – Mayor Angkatan Darat pula. Coba kalo kurus kecil dan cungkring, bisa mental kali menahan tekanan segitu besarnya. FYI, tekanan mengejan pada saat melahirkan sedemikian besarnya sehingga para ibu dilarang untuk menutup mata (karena pembuluh darah mata bisa pecah), menggembungkan pipi (karena pembuluh darah pipi bisa pecah), maupun mengatupkan rahang (karena lehernya bisa jadi menggembung seperti kodok bangkong).

Beberapa kali Ida mencoba mendorong tanpa hasil sampe akhirnya… nah tuh, apaan tuh bulet-bulet berlendir nongol… eh ternyata kepala anak gue!

Memang luar biasa design Sang Pencipta bayi karena ternyata kepala bayi yang baru lahir itu sama sekali nggak terlihat seperti tulang. Di tangan dokter yang menyambutnya, kepala anak gue nampak lembek dan berdenyut seperti balon berisi air. Rupanya tulang tengkorak kita yang sekarang keras ini, dulunya lembek dan elastis supaya gampang melewati jalan lahir. Rupanya ini juga sebabnya kenapa para bayi yang lahir dengan divacuum kepalanya jadi memanjang, karena saat lahir tulangnya masih sangat lunak. Yah pikir2 tulang manapun kalo direndem air selama 9 bulan bisa jadi empuk juga kali nggak?

Saat kepala bayi udah keluar, dokter berhenti sebentar untuk melepaskan lilitan tali pusar di leher. Selama ini hasil USG menunjukkan adanya tali pusar melintang di leher, tapi nggak bisa memastikan apakah posisinya hanya sekedar numpang lewat atau betulan melilit seperti laso. Ternyata memang melilit. Kalo kata orang Jawa sih, bayi-bayi yang lahir dengan terlilit tali pusar nanti setelah besar akan pantes pake baju apa aja. Gue sih nggak terlalu setuju ya, secara ada beberapa orang yang gue tau lahir terlilit tali pusar suka aneh juga dandanannya.

Setelah lilitan tali pusar berhasil dilepaskan, proses kelahiran berlangsung lancar. Dalam beberapa menit aja seluruh badan bayi udah keluar sempurna. Sama sekali nggak kaya di film-film di mana bayi-bayi yang baru dilahirkan langsung bisa nangis kenceng, anak gue cuma teronggok tak berdaya di atas meja – keriput berlumuran lendir dan darah. Suster mengorek-ngorek mulutnya untuk mengeluarkan sisa lendir, lantas dipindahkan ke meja sebelah untuk dilap dan ditimbang. Baru setelah itu kedengeran tangisnya, itu juga dengan suara yang seperti tertahan. Keliatannya masih banyak lendir di saluran pernafasannya.

Waktu itu jam tangan menunjukkan angka 17.55. Waktu ini yang dipake sebagai catatan resmi waktu kelahiran bayi gue.

Aneh. Tiba-tiba aja hari ini gue udah jadi seorang bapak.

Epilog

Bayu dan Ade tercatat sebagai MPers pertama yang menyaksikan kehadiran anak gue ke dunia. Bayu malah mengabadikan proses gue mengadzani si bayi – sementara gue sendiri nggak kepikiran. Sedangkan Ai, sesama ibu guru di tempat ngajar Ida, ikutan jadi orang pertama yang nengok karena ‘kebetulan’ lagi lewat di deket RS. Malemnya, seluruh keluarga gue, minus ibu yang masih terikat di kursi roda dan kakak gue yang tinggal di Makassar, berbondong-bondong dateng ke RS. Lagi-lagi
‘kebetulan’, hari itu adalah ulang tahun kakak gue yang tertua, jadi semuanya lagi pada ngumpul di rumah. Seperti udah diatur dalam skenario maha besar, kelahirannya disambut oleh banyak orang.

Menjelang tengah malam, setelah semua tamu pulang, gue pulang sebentar untuk ngambil baju di rumah.

I looked up to the sky, and there it is… the full moon. My favourite celestial object is also coming to witness the birth of my son.

Nadiv Rafi Nugroho.

Terima kasih…

…buat para MPers yang udah repot-repot meluangkan waktu untuk kirim SMS, PM, nelepon, dan menengok, terima kasih banyak ya.

Posting-posting yang berkaitan dengan kelahiran bayi kami antara lain bisa diklik di:

(update: sayangnya album-album berikut ini udah broken link semua akibat tutupnya multiply)

  • Kangbayu’s journal: Welcome Rafi! (Agung & Ida’s)
  • Kangbayu’s photo album: Anggota baru keluarga Agung & Ida
  • Kangbayu’s video: Rafi: Sesaat setelah lahir
  • Kangbayu’s video: Rafi: Sesaat setelah lahir part.2
  • Tianarief’s journal: [kabar gembira] Baby Boy!
  • Menhariq’s photo album: Hello Rafi.. (mbot jr.) ^_^
  • Rauffy aka Alan’s photo album: Welcome to the world, Rafi
  • Trizyalempicka aka Tria aka Idunk’s journal: Agung’s Baby Boy
  • Prajuritkecil aka Ira’s photo album: Rafi-nya Ida dan Agung: NNaaaah… ini baru bayiiii…. 🙂
  • Ciput’s photo album: [Kopdar] Bezoek Mbot Jr. Tapi Teuteup Kendid & Narsis
  • Ciput’s photo album: [Anak] Pelajaran Jahil #1 Dito U/ ‘Adik’ Barunya
  • Nicelovelydentist aka Alya’s journal: Hari hari sebelum cuti 4 hari
  • Windageulis‘ photo album: Nadif Rafi Nugroho
  • Windageulis‘ photo album: Dede Rafi Digangguin Tante Diah

eh kalo ada yang kelewat mohon dikoreksi ya… maklum gue postingnya udah telat banget sih, huhuhu… kebiasaan buruk menunda pekerjaan :-p

Thanks again, guys. You’re the best!

Iklan
Tinggalkan komentar

37 Komentar

  1. ahh… jadi keinget lagi… dah hampir tiga taun lalu ya?

    Suka

    Balas
  2. kenapa ya semua dokter u datang menjelang saat2 terakhir melahirkan? Bayiku lahir jam 4 sore, pesawat yg membawa dokter baru landing di bandara jam 1 siang

    Suka

    Balas
  3. iseng2 membaca..ternyata…lahirnya di YPK juga…eh, beda sebulan doang…btw dokternya siapa? kok ada militer2 juga…hihihi, jadi pengen hamil dan melahirkan lagi [loooj??]

    Suka

    Balas
  4. wah baca episode mas agung ikut deg2an euy… selamat yach mas atas kelahiran anak pertamanya, maap terlambat yach lama gak saya gak ke MP… iya neh ikutan nunggu cerita sate kangguru n nastar nanas!!! hehehehe…

    Suka

    Balas
  5. Mas Agung, maaf terlambat, selamat yeah mas, atas kelahiran Rafi, semoga menjadi anak yang soleh, yang selalu menjadi penyejuk hati orang tuanya. Amin.

    Suka

    Balas
  6. Bayu udah salah juga, tar tambah salah lagi (salah 2x kan?) aku juga lagi nungguin kelanjutan nasib si AKang guru & si nanas, keknye mengenaskan sekali tuh.. 😀

    Suka

    Balas
  7. alhamdulillah, kami ditakdirkan sebagai salahsatu (eh salahdua ya?) temen yang bisa hadir di event penting ini. minggu sore yang lalu, rencananya mo mampir ke tempat kalian abis dari Monas tuh, nengok Rafi yang keliatannya udah ganti versi wajah lagi hehehe… cuma karena takut ganggu yang abis begadang jadi diundur aja dulu, sekalian ntar ta’ bawain video versi full nya, ama foto2nyaditunggu cerita kangguru ma nanasnya yee…

    Suka

    Balas
  8. selamat ya mas, bwt anak pertamanya….aq bacanya ikut deg degan…

    Suka

    Balas
  9. salut … mas Agung berani nungguin istrinya di dalam kamar bersalin … gag banyak orang yang berani termasuk suamiku, apalagi karena ternyata akunya harus di-caesar … he he he …

    Suka

    Balas
  10. selamattttt…barakallahuma…ccckkk…

    Suka

    Balas
  11. Waaahhhh…..deg-degan sambil senyum-senyum bacanya :pabis Mas Agung ceritanya kadang lucu sih.. hihihi Salam buat Bunda Ida dan DD Rafi

    Suka

    Balas
  12. trizyalempicka said: nadiv artinya apaan yaa? senangnyaaa… ada mahluk kecil bisa ikutan pake nama nugroho jugaa..

    nadiv artinya kemuliaan.. :-))

    Suka

    Balas
  13. windageulis said: semoga bayi rafi jadi anak yang soleh, sayang sama bunda dan bapak..

    gw ikut akur sama do’a winda : )

    Suka

    Balas
  14. wow….selamat mas….

    Suka

    Balas
  15. huhuhu jadi terharu *padahal udah diceritain panjang lebar sama ida and ibu*semoga bayi rafi jadi anak yang soleh, sayang sama bunda dan bapak..

    Suka

    Balas
  16. ikutan tegang bacanyaselamet ya, mas….

    Suka

    Balas
  1. Miracle Delivery (3/4) Ayah macam apa yang mondar-mandir di lorong? | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    enkoos di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC2017: Jawaban Ata… di OGC2017: Kapal Raksasa Itu, da…
    OGC2017: Kapal Raksa… di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    enkoos di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    omnduut di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    OGC2017: Pertanyaan… di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    mbot di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
    enkoos di OGC2017: Jawaban Atas Fenomena…
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.229 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda. Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke s […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: