[sharing HRD] negosiasi gaji


Menjawab permintaan dari salah seorang pengunjung di shoutbox gue, kali ini gue mau sharing sedikit pengetahuan yang gue punya tentang proses negosiasi gaji. Tapi perlu dicatat; mengingat sekarang gue udah cukup lama meninggalkan dunia per-HRD-an, mungkin informasi yang gue sampaikan di sini udah nggak terlalu update lagi. Jadi, jangan telen mentah2 apa kata gue, cek dan ricek lagi dari sumber yang lain ya!

Kenapa sih kita harus menegosiasikan gaji?

Kenapa nggak langsung aja ditentuin oleh perusahaan?
Untuk menjawab ini, pertama-tama perlu gue jelasin dulu bahwa struktur gaji di sebuah perusahaan biasanya ditentukan dalam range (rentang), dan range-nya saling overlap satu dengan lainnya. Memang nggak semua perusahaan menetapkan struktur gaji dalam range seperti ini, tapi sebagian besar sih begitu.

Untuk jelaskan coba perhatiin tabel ilustrasi berikut:

Level

Gaji

I

900rb – 1.2 jt

II

1 jt – 1.5 jt

III

1.3 jt – 2.2 jt

…dst

Ada 2 keuntungan penetapan gaji dengan sistem range, ditinjau dari sudut pandang perusahaan:

  1. Memberikan ruang bagi pihak HRD perusahaan tersebut untuk merekrut orang terbaik pada sebuah level. Untuk jelasnya coba simak contoh kasus sbb:Sebuah perusahaan berniat merekrut si X yang saat ini udah bekerja di perusahaan lain. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa X menerima gaji 1 juta di perusahaannya sekarang, dan berada di level I. X tentu menolak saat diajak pindah dengan penawaran gaji sama yaitu 1 juta. Berkat sistem gaji yang menggunakan range, maka perusahaan yang baru bisa memberikan penawaran menarik sebesar 1.2 juta kepada X, tanpa harus memposisikannya di level yang lebih tinggi (yang mana terkait dengan pemberian fasilitas / tunjangan yang lebih besar pula).
  2. Memungkinkan perusahaan untuk melakukan efisiensi pengeluaran gaji. Ingat, perusahaan sebagai institusi ekonomis, pastinya mengutamakan prinsip ekonomi pula: pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Kalo seorang pegawai happy-happy aja dengan digaji 900 ribu, kenapa harus ngasih 1 juta? Ilustrasi berikut mungkin bisa memperjelas:Si Y adalah seorang pegawai lugu yang rela ngelembur tanpa banyak nuntut uang tambahan. Di kantor sekarang ia menduduki level I dengan gaji 750 ribu. Melihat fakta seperti ini, maka sambil sedikit bertanduk sang petugas HRD perusahaan tetangga menyodorkan penawaran gaji 900 ribu kepada Y, yang langsung diterima dengan penuh rasa syukur dan hati sumringah.

Nah, melihat kedua contoh di atas, jelas bahwa urusan negosiasi gaji bisa sangat menentukan besaran gaji yang kita terima. Si X dan si Y sama-sama menduduki posisi di level I, kerjaannya sama, tanggung jawab sama, tapi X bisa mendapat gaji lebih besar dari Y hanya karena perbedaan dalam proses negosiasi gaji!

Kesimpulannya: proses negosiasi gaji itu penting banget!

Apa yang harus disiapkan sebelum menegosiasikan gaji?

  1. Kenali pasaran
    Ini penting banget banget! Lo harus tau, untuk kualifikasi yang lo punya sekarang ini, berapa range gaji yang berlaku. Dengan demikian lo bisa mengajukan penawaran yang ‘pas’.
  2. Tetapkan standar yang rasional
    Ini juga nggak kalah penting. Standar ditetapkan berdasarkan kondisi pribadi lo sekarang ini. Maksud gue gini:
    Kalo saat ini lo lagi happy-happy aja di perusahaan tempat kerja lo, trus dateng tawaran untuk pindah ke perusahaan lain, boleh lah lo jual mahal dikit. Minta gaji yang rada2 di luar range. Dikasih sukur, enggak ya udah.
    Tapi sebaliknya, kalo lo saat ini lagi nganggur, trus lo menolak tawaran pekerjaan dengan gaji 1 juta hanya karena lo tau untuk kualifikasi lo rangenya berkisar antara 1.2 – 1.5 juta, ya kurang bijaksana juga. What i’m saying is, memang perlu untuk mengetahui harga pasaran lo berapa, tapi jangan lantas terpaku dan terjebak dengan pasaran tersebut hingga akhirnya mematikan potensi lo untuk berkembang, gitu loh.

Faktor apa aja yang mempengaruhi standar gaji dari sebuah perusahaan?

  1. Industri
    Beda industri, beda juga standar gajinya. Industri telekomunikasi, pertambangan / perminyakan, konsultan, dan consumer goods adalah beberapa industri yang standar gajinya relatif tinggi.
  2. Ukuran perusahaan
    Perusahaan multi-nasional biasanya punya standar gaji lebih tinggi dari perusahaan lokal dari bidang industri yang sama. Tapi, perusahaan2 kelas menengah biasanya masih belum punya standar gaji yang baku – sehingga justru dengan perusahaan tipe ini lo bisa nodong gaji seenaknya berdasarkan wangsit dan disetujui!
  3. Level / lingkup pekerjaan
    Gue sering menemukan, orang salah memperkirakan standar gaji pekerjaan yang dilamar karena terkecoh dengan title / judul pekerjaannya.
    Contoh kasus yang sering terjadi: lowongan pekerjaan dengan judul mentereng “sales supervisor” membuat pelamar mengira pekerjaannya di tingkat manajerial dan mengepalai sebuah tim, nyatanya harus kerja sendiri jualan barang. Atau yang pernah gue temui di sebuah perusahaan milik pemerintah daerah, terjadi kenaikan jabatan berkala secara otomatis – sehingga seorang staff biasa setelah sekian tahun kerja harus jadi “kepala” sesuatu. Akibatnya, struktur perusahaan tersebut mekar terus dari waktu ke waktu karena bermunculan “kepala2” baru, dan banyak “kepala seksi” yang nggak punya anak buah!
    Title pekerjaan bisa mengecoh, “manager” di perusahaan yang satu bisa saja selevel dengan seorang “supervisor” di perusahaan lain atau justru seorang “vice president” di perusahaan lainnya – tergantung seberapa besar beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, sebelum bernegosiasi kenali dulu di level mana pekerjaan yang akan lo lamar ini.

Gimana caranya mengetahui pasaran gaji untuk pekerjaan yang akan gue lamar?

Untuk urusan ini memang rada sulit. Kalo kebetulan lo punya temen yang kerja di industri yang sama, lo mungkin bisa nanya2 sama dia – walaupun pastinya nggak semua orang mau jawab saat ditanya gajinya. Gue salah satunya, sampe detik ini cuma ada satu temen gue yang tau persis gaji gue berapa. Selain itu lo juga bisa ikutan milis2 HRD – kadang di sana suka ada sharing mengenai standar gaji.

Tahap-tahap negosiasi gaji

  1. Pengisian formulir lamaran
    Ya, proses negosiasi gaji dimulai saat lo mengisi formulir lamaran pekerjaan. Biasanya di formulir tersebut ada isian tentang besar gaji yang diinginkan. Make sure lo isi kolom tersebut dengan jumlah yang lo inginkan, tentunya dengan mempertimbangkan faktor kemampuan diri sendiri dan faktor standar peru
    sahaan. Tambah jumlah tersebut dengan 20-30% untuk memberikan ruang just in case ditawar. Jangan, jangan pernah mengosongkan bagian ini, atau mengisinya dengan kata2 basi “mengikuti standar perusahaan” atau “terserah perusahaan”. Waktu gue masih di HRD, kalo nemu pelamar yang ngisi begini suka gue tanya balik, “bener nih gajinya terserah? Dibayar ceban mau?” Oh ya, biar nggak salah paham, tulis jumlah gaji yang lo inginkan itu dalam satuan p.a. (per annuum alias per tahun). Soalnya, ada perusahaan yang menggaji karyawannya secara standar yaitu 12 bulan gaji plus 1 bulan THR, sementara ada juga perusahaan yang per tahunnya bisa belasan hingga puluhan kali gaji yang dibayarkan dalam bentuk bonus ini – itu.
  2. Wawancara pertama
    Biasanya di tahap ini suka muncul pertanyaan tentang jumlah gaji yang lo tulis di formulir. Pertanyaan yang umum muncul adalah, “Jumlah ini negotiable nggak?” Karena tadi jumlahnya udah lo tambah, tentu aja lo jawab dengan “ya”. Pertanyaan lain yang sering muncul adalah “Kenapa Anda minta gaji sekian?” Nah, yang ini perlu dijawab dengan jurus khusus.
    Jangan pernah speechless saat ditanya begini, karena akan melemahkan posisi tawar lo di tahap selanjutnya. Lo akan terlihat asal2an dan nggak ngerti pasaran saat meminta gaji. Jawaban paling bijak adalah, “Karena nilai itu sesuai dengan kualifikasi yang saya miliki sekarang”. Oh ya, saat mengucapkan kalimat itu usahakan intonasi tetap datar dan terkendali, jangan terkesan jumawa sehingga bikin petugas recruitment serasa ingin noyor kepala lo.
    Udah, sampe sebatas dua pertanyaan itu aja yang perlu lo jawab di tahap ini. Sebagaimana pernah gue bahas di sini, jangan mau kalo si petugas berusaha menawar permintaan gaji lo ke titik final di tahap ini. Masih terlalu dini untuk negosiasi gaji, sehingga jawab aja dengan “Biar lebih jelas, mungkin Anda bisa ceritakan dulu paket remunerasi lengkap yang berlaku di perusahaan ini, sebagai bahan pertimbangan saya?” Kalo si petugas recruitment waras dia juga belum mau membeberkan paket remunerasi lengkap di wawancara awal sehingga posisi menjadi case-closed, sama-sama paham belum waktunya untuk bernegosiasi gaji. Atau bila ternyata dia langsung blak2an membuka paket remunerasi lengkap yang ditawarkan, artinya wawancara awal ini sekaligus wawancara final – lo diminta memutuskan akan join atau enggak di tahap itu.
  3. Proses negosiasi gaji
    Setelah rangkaian proses recruitment selesai dan lo berhasil lolos dari semua saringan, lo akan dipanggil sekali lagi untuk menegosiasikan gaji. Sebaiknya lo datang ke tahap ini dengan berbekal informasi, berapa jumlah saingan lo. Kalo ternyata cuma elo sendiri yang lolos, maka posisi tawar lo akan lebih kuat.
    Biasanya di tahap ini, petugas akan mulai dengan menceritakan seluruh paket remunerasi lengkap yang ditawarkan – mulai dari gaji hingga tunjangan2. Catet semuanya, jangan cuma dihafal karena biasanya komponennya cukup ribet. Perhatikan komponen tunjangan kesehatannya gimana? Penggantiannya berapa persen dari tagihan dokter? Berapa jumlah per tahun? Kalo rawat inap dapat kamar kelas berapa? Things like that. Pastikan lo dapet penjelasan yang selengkap mungkin.
    Setelah petugas menjelaskan, biasanya dia akan nanya, “Bagaimana, apakah paket kami sudah sesuai dengan ekspektasi Anda?” Kalo jumlahnya lebih besar dari ekspektasi lo ya case-closed, lo tinggal tanda tangan kontrak kerja. Tapi kalo belum, ya inilah saatnya lo bernegosiasi, tentunya dengan ekspresi yang terkendali dan tidak bikin orang serasa ingin noyor kepala lo, misalnya dengan bilang “Sebenarnya ekspektasi saya lebih besar dari jumlah ini, yaitu sekian rupiah (atau dollar – if you’re one lucky bastard) per tahun.” Kemukakan juga alasan lo, yaitu balik ke harga pasaran kualifikasi yang lo punya plus mengacu juga ke gaji yang lo terima di perusahaan sekarang (kalo elo udah kerja). Kalo lo mau jual mahal bisa bilang dengan “Saat ini saya merasa tidak ada masalah dengan pekerjaan yang sekarang, tentunya saya butuh ‘motivasi’ yang lebih besar untuk berkarir di tempat lain.”
    Ada dua kemungkinan yang akan dilakukan petugas saat mendengar jawaban lo (a) berkata, “sayang sekali, ini final offer dari kami”. atau (b) “mohon tunggu sebentar, akan saya konsultasikan dengan atasan saya dulu”. Apapun yang terjadi, hari itu biasanya lo akan mendapat penawaran final dari perusahaan. Kalo ternyata penawaran finalnya tetep belum memenuhi harapan lo, JANGAN langsung menolak saat itu juga. Kesannya lo mata duitan banget (walaupun mungkin memang iya) dan hanya tertarik untuk bergabung karena faktor penghasilan. Entah kenapa, hari gini masih banyak aja boss2 di perusahaan besar yang berharap orang bergabung di perusahaannya “bukan semata-mata nyari duit” sehingga langsung bete pada kandidat2 yang secara jujur mengakui motivasi kerjanya adalah uang. Lantas kalo bukan karena nyari duit, buat apa dong orang ngelamar kerja? Kelebihan energi?
    Anyway, JANGAN langsung menolak penawaran yang kurang memuaskan itu, dan bilang, “Baik kalau begitu akan saya pertimbangkan dulu di rumah. Boleh saya hubungi Anda lagi besok via telepon?”
    Dengan mengulur waktu seperti ini, lo menghindarkan diri lo sendiri dari keputusan impulsif yang mungkin akan lo sesali.
  4. Pasca negosiasi gaji
    Besokannya, hubungi lagi petugas yang temui kemarin tepat waktu sesuai janji, dan sampaikan keputusan lo. Kalo lo memutuskan untuk batal bergabung, tetep jaga sopan santun dengan bilang “Mohon maaf, setelah saya pikirkan masak2, saya memutuskan untuk tetap di perusahaan saya yang sekarang dulu”. Nggak perlu belagu, lo nggak akan tau kapan lo harus berhadapan dengan si petugas itu lagi. Siapa tau saat ini lo merasa udah nggak butuh lagi dengan dia, eh taunya kapan2 lo ngelamar di tempat lain dan ketemu dia lagi. Biasanya para petugas HRD punya ingatan gajah lho. Jangan lupa bilang terima kasih atas segala effortnya mengurusi proses lamaran lo.

Ok, segitu dulu tips negosiasi gaji dari gue, semoga cukup jelas dan membantu.

Gambar gue comot dari sini.

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

48 Komentar

  1. pernah ngosongin form gaji karena asli lupa tapi tetep di interview dan akhirnya lolos setelah tahu bocoran dari temen yang dah kerja disana hahahahah ….mudah2an di tempat baru ada waktu untuk mikir2 dulu mau deal apa enggak…

    Suka

    Balas
  2. Agung gitu loh,…! Lha, sekarang dah meninggalkan profesi HRD tho….

    Suka

    Balas
  3. Artikel di blog Anda sangat bagus dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam!http://infogue.com/pendidikan/tips_negosiasi_gaji/

    Suka

    Balas
  4. bagus sekali Mas… terima kasih ya.. sangat bermanfaat … tapi mau tanya lagi nih.. kalau negosiasi kenaikan gaji bagaimana? ama nego permintaan bonus ke perusahaan…🙂

    Suka

    Balas
  5. wah, nih blog ampe “mampir” di milis gw lho!!!

    Suka

    Balas
  6. Hi..salam kenal ya.Thanks ya infonya…very helpfull ^_^

    Suka

    Balas
  7. keren banget buat gue yg lagi cari kerja neh,,thanks ya

    Suka

    Balas
  1. [sharing hrd] kenapa gaji gede bukan alasan bagus untuk wawancara kerja? | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: