Di rumah, ibu seperti wolverine!


Keputusan untuk memulangkan ibu dari rumah sakit di awal Juni lalu sebenernya sangat dilematis. Di satu sisi, kondisi ibu masih jauh dari sembuh dan di Makassar ibu ditangani tim dokter yang kinerjanya sangat memuaskan. Seharusnya ibu masih terus dirawat di sana. Tapi di sisi lain, ibu nampak stress ingin segera pulang ke Jakarta. Kalau sedang demam tinggi, kadang ibu mengingau ngomong sama kursi kosong seolah-olah salah satu anaknya dari Jakarta duduk di situ. Dari hari ke hari kondisi ibu fluktuatif. Kalo hari ini nampak membaik, bisa ngobrol dan ketawa-ketawa, besokannya bisa tiba2 panas tinggi hingga lewat dari 39oC dan mengigau.

Akhirnya, tanggal 9 Juni kami mengambil keputusan berat itu: memulangkan ibu ke Jakarta. Sebuah perjalanan yang sangat sulit mengingat masih ada bekas operasi yang belum mengering di tangan kanan dan kaki kiri ibu. Tangan dan kaki yang sakit itu bengkak parah Jangankan digerakkan, kesenggol bantal aja ibu bisa berteriak-teriak kesakitan. Bayangin effort yang harus dikeluarkan untuk mengangkut ibu dari RS ke airport, memapah naik ke pesawat, menurunkannya lagi, menaikkan ke mobil dan menurunkan dari mobil sesampainya di rumah di Jakarta.

Waktu ibu sampai di Jakarta, kami anak-anaknya sempet berunding mempertimbangkan perlu atau enggaknya menyewa tenaga perawat profesional untuk merawat ibu di rumah. Kalau ditimbang dari segi kebutuhan, kehadiran seorang perawat jelas sangat perlu karena nggak ada seorangpun di antara kami yang berpengalaman merawat pasien dalam kondisi sulit bergerak seperti ibu. Tapi kami juga mempertimbangkan faktor psikologis ibu yang sebagaimana umumnya orang tua udah nggak mudah lagi beradaptasi dengan kehadiran orang baru. Gimana kalo ternyata perawat yang kami hire kurang berkenan di hati ibu? Atau, gimana kalau ibu malah merasa anak2nya udah nggak sudi lagi merawatnya sehingga menyerahkannya ke tangan suster? Bisa-bisa malah bikin ibu tambah stress! Akhirnya dengan mengucap bismillah, kami memutuskan untuk mencoba merawat ibu sendiri.

Kami langsung saling membagi tugas. Kakak gue yang nomer dua bertugas menyiapkan sarapan dan memandikan ibu, bergantian dengan kakak gue yang nomer satu. Ida juga membantu, memasak dan menyiapkan makanan buat ibu. Siang hari, keponakan2 gue yang baru pulang sekolah berkumpul di kamar ibu, tidur-tiduran sambil ngoceh cerita pengalaman mereka hari itu. Malem, giliran gue dan Ida atau kakak gue yang nomer dua tidur di kamar ibu. Praktis 24 jam sehari ibu dikelilingi anak dan cucu.

Bagaimana dengan gue?

Gue, dapet tugas mengganti perban ibu dua kali sehari, cek gula darah, menyuntik insulin, plus urusan angkat-mengangkat ibu rute tempat tidur – kursi roda P.P. Awalnya, urusan ganti perban cukup stressful juga buat gue karena sumpah deh, luka bekas operasi ibu khususnya yang di tangan tuh ngeri banget. Diameternya lebih dari 1 cm gitu, dan tiap kali perban dibuka ada darah segar mengucur. Kakak2 gue plus Ida pada takut darah, khususnya kakak gue yang nomer dua: dia kayaknya udah masuk kategori ‘phobia‘ karena tiap kali liat darah dia menunjukkan gejala2 mau pingsan. Jadi nggak ada pilihan lain kecuali gue – yang mana juga nggak terlalu tega juga sih liat darah, tapi masih mendingan lah ketimbang mereka. Minimal gue pernah belajar tentang phobia dan panic attack jadi bisa mengindoktrinasi diri sendiri supaya nggak panik saat liat darah kayak air ngucur dari keran gitu.

Walaupun sekilas kelihatan sepele, tapi proses merawat orang sakit bener2 bukan hal yang gampang bagi sekumpulan orang yang nggak berpengalaman seperti kami. Proses mengantar ibu ke dokter untuk pertama kalinya, misalnya, berjalan sangat heboh dan sulit. Waktu mau memindahkan ibu dari kursi roda ke mobil, gue yang kebagian tugas mengangkat ibu jadi serba salah karena pintu mobil membentuk sudut sempit yang sulit dimasuki oleh kursi roda. Hasilnya, pulang dari dokter pinggang gue keseleo dan kami jadi berkhayal, “coba punya mobil Toyota Alphard ya… kan enak, pintunya geser…”

Tapi hari demi hari, proses berjalan semakin mudah. Dari terapis yang datang untuk memberikan fisioterapi, kami belajar gimana cara mengangkat dan memindahkan ibu secara lebih cepat, aman dan nyaman. Gue mulai mendapati kegiatan ganti-mengganti perban sebagai kegiatan yang seru. Kayak main dokter2an, gitu. Gue pake masker kayak yang dipake dokter kalo mau operasi, pake sarung tangan karet yang steril, dengan dalih supaya luka ibu nggak kemasukan kuman – padahal diem2 ada faktor “supaya pengalaman dokter2annya lebih real” aja sih…. hehehe…

Mungkin karena faktor psikologis berada di rumah dan dikelilingi orang-orang yang dekat dengannya, perbaikan kondisi ibu berjalan melebihi ekspektasi kami. Misalnya luka bekas operasi itu. Dokter di Makassar memperkirakan, dengan pertumbuhan kulit baru sekian milimeter per hari, luka sebesar itu baru akan menutup dalam 2 bulan. Nyatanya, baru dua minggu ibu di rumah, gue sebagai tukang ganti perban mulai kesulitan memasukkan gulungan perban ke luka ibu karena ukuran luka yang semakin mengecil. Di akhir bulan Juni kemarin, alias baru 3 minggu sejak kepulangan ibu, gue takjub mendapati luka ibu udah sepenuhnya menutup!

Suhu ibu juga berangsur-angsur normal. Sebisa mungkin gue menekan penggunaan obat penurun panas, jadi begitu suhu ibu udah melewati 37,5oC ibu gue kasih 4 butir VCO kapsul. Tadinya ibu protes karena merasa lebih yakin pada obat ketimbang VCO, tapi gue bilang, “Ya udah, coba dulu minum VCO, kalo dalam 1 jam panasnya nggak turun baru minum obat deh…” Entah memang karena khasiat VCO atau karena sugesti ngeliat gue yang ngomong dengan stil yakin banget, biasanya cukup dengan minum VCO panas ibu merosot ke level di bawah 37,5oC. 

Di bawah pengawasan mas fisioterapis, ibu juga terus berlatih menggerakkan tangan dan kaki. Setiap malem ibu gue tanya, “Udah bisa apa hari ini?” Kemajuan-kemajuan kecil seperti gerakan mengangkat tangan secara horisontal atau memegang kue sendiri jadi momen istimewa. Gue menyemangati ibu dengan cara membandingkan kemajuan yang berhasil dicapai dengan kondisi sebelumnya, seperti “Inget nggak, waktu baru sampe Jakarta, cuma kesenggol bantal aja udah sakit, sekarang bisa megang gelas sendiri. Hebat, kan? Ayo latihan terus bu.” Selain itu, foto2 ibu selama di RS di Makassar gue tayangin ke tivi dan gue komentarin, “Liat tuh bu, dulu ibu kayak gitu kondisinya… hiiy ngeri banget…. coba liat sekarang, jauh banget kan kemajuannya?” Kadang kalo lagi timbul putus asanya, ibu suka bilang, “Nanti kalo anakmu lahir, apa aku bisa ya nengok ke rumah sakit pake kursi roda?” yang gue jawab dengan “Lah, ngapain pake kursi roda, bulan November ibu kan udah bisa jalan!”

Rupanya cara motivasi seperti ini lebih berkenan buat ibu, sampe ibu pernah bilang “Orang sedunia* pada ngoprak-oprak (ngejar-ngejar) aku, suruh cepet sembuh, cepet bisa jalan, cuma Agung yang memberi semangat.” Diam2 ternyata ibu bete kalo ada orang yang mencoba menyemangati dengan mengatakan hal-hal seperti “Ayo bu, cepet sembuh, biar kita bisa cepet jalan-jalan lagi” atau “Cepet sembuh dong bu, kan bosen di tempat tidur terus?” karena buat ibu terasa seperti pressure, seperti target yang harus cepet diraih. “Emangnya siapa sih yang nggak mau cepet bisa jalan, tapi apa lu nggak tau, gue udah berusaha tapi kondisi gue masih seperti ini” mungkin begitu yang ada di benak ibu. Jadi pelajaran yang bisa gue tarik saat menangani orang sakit adalah,

Hargai kemajuan sekecil apapun yang udah berhasil dicapai, dan jangan membebani pikiran pasien dengan target muluk yang nggak usah diomongin juga semua orang sakit ingin mencapainya.

 

Hari ini, ibu kembali membuat milestone karena berhasil jalan mengelilingi meja makan. Memang masih dengan dipengangin oleh mas fisioterapis dan sebelah tangan masih berpegangan ke meja, tapi ini sebuah lompatan besar untuk sebuah kondisi yang menurut dokter di Makassar “lukanya aja baru akan kering setelah 2 bulan”.

Saat didudukkan kembali ke kursi roda, ibu menengok ke sepasang sandalnya yang teronggok di sudut ruangan dan bilang ke Lis, asistennya urusan sapu menyapu, “Lis, tolong sandalku itu dibersihin ya, kali-kali aku sebentar lagi butuh untuk jalan…”

Ternyata, dirawat di rumah bikin ibu seperti Wolverine** 🙂

*ya, ibu juga suka hiperbola seperti anaknya.
**tokoh komik yang memiliki ‘healing factor’ sehingga kalau cedera bisa langsung sembuh. Gambar Wolverine (kiri) lagi lawan Sabretooth(kanan) di atas adalah karya Jim Lee, gue ambil dari sini.

Iklan
Tinggalkan komentar

53 Komentar

  1. mbot said: tampang gue kenapa hayo ngakuuu… *emangnya waktu itu gue ngomong apa aja ya? lupa…*

    heheheheeh…nggak ah!!!***sembari ketawa cekikikan…****

    Suka

    Balas
  2. terimakasih sharingnya mas …hidup rukun ya dengan keluarga..enaknya…..insyaAllah jadi anak yang berabkti pada orangtua…

    Suka

    Balas
  3. satu-satu kusayang ibu…dua-du kusayang ibu…tiga – tigaa.. sayang ibu lagi…satu dua tiga sayang ibu slalu….!!*jadi inget almh ibuku…ihiks….:((

    Suka

    Balas
  4. waaa senangnya! mungkin karena anaknya demen baca komik, ibu jadi punya kekuatan wolverine? tapi emang kalo ngerawat orang tua yang sakit biasanya progressnya lebih baik kalo dirawat sama anak-anaknya…jadi nambah skill dong ya gung? handling sick elders… kapan mo dijurnalin? =)

    Suka

    Balas
  5. mbot said: Gue, dapet tugas mengganti perban ibu dua kali sehari, cek gula darah, menyuntik insulin,

    selain agung, aku sekarang juga udah mulai berani nyuntik ibu lho.. :-)) *kemajuan yg sangat membanggakan buat seorang ida yg takut darah dan suntik*tadinya takuuut bgt, gimana enggak, wong ngeliat jarum suntik or aku harus disuntik aja bikin ngeriii.. eehh, tau2 kepepet, agung lagi nggak ada di rumah sedangkan ibu harus disuntik segera.. *fiiiuuh*Ternyata lama2 acara menyuntik terasa senengnya.. :-))pertama2 dipas-in dulu dosis insulinnya, berapa ml, trus buka suntikan, basahin kapas beralkohol ke tempat yg harus disuntik, biasanya lengan atas atau perut, trus mulai deh menusuk… cuuuuuuuussssssss…. tekan bagian atas suntikan sampai cairan habis, trus cabut alat suntik, basahin lagi permukaan yg habis disuntik dengan kapas beralkohol, BERES deh!! :-)))aku juga jadi main dokter2an deh.. hehehe..yg aku belom berani ampe sekarang tuh ngecek gula darah ibu..takut liat darah segar ngucur dari jari tangan ibu.. :-(((((

    Suka

    Balas
  6. Terharu banget deh ..:)Itu VCO bisa utk ngurusin badan gak Gung? :p

    Suka

    Balas
  7. mbot said: Lis, tolong sandalku itu dibersihin ya, kali-kali aku sebentar lagi butuh untuk jalan…”

    TETAP SEMANGAT!!!!

    Suka

    Balas
  8. aku salut sama dirimu gung, terutama Ida …..disaat harusnya semua perhatian tercurah untuk bumil, ternyata bumil juga masih turut serta merawat ibu. hebat !!!

    Suka

    Balas
  9. wah, benar2 anak2 yg berbakti !:)

    Suka

    Balas
  10. semoga ibu cepet sembuh ya!

    Suka

    Balas
  11. nice story…jangan2 memang ada bakat2 superhero di keluarga besar lo gung…Kira2 kalo elo apa niy kekuatan supernya?… 😀

    Suka

    Balas
  1. My Wonder Woman | (new) Mbot's HQ
  2. ulang tahun yang nggak perlu dirayain | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    Feni Febrianti di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di My Wonder Woman
    bayutrie di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.577 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: