Turut berduka… atas apanya, Pak?


Pada suatu hari di sebuah kantor parpol…

“Kroco.. sini.”
“Ya, Bapak Pimpinan.”
“Habis ada gempa ini, kroco.”
“Betul Bapak Pimpinan.”
“Sebagai partai besar di sini, kita harus turut berduka cita.”
“Setuju sekali Bapak Pimpinan.”
“Kita harus pasang spanduk.”
“Pasang spanduk, Bapak Pimpinan.”
“Tulisannya, ‘turut berduka cita atas bencana gempa'”
“Ehm…”
“Kenapa, kroco? Kurang OK ya?”
“Anu Bapak Pimpinan, menurut hemat saya, kita kan berduka cita karena bencana gempanya menimbulkan korban jiwa, Bapak Pimpinan.”
“Iya. Terus kenapa?”
“Jadi kita kan berduka cita kepada korbannya, bukan bencananya. Sebab kalau ada bencana tapi tidak ada korban kan kita tidak perlu bikin spanduk, Bapak Pimpinan. Maaf lho ini Bapak Pimpinan, bukan bermaksud kurang ajar.”
“Ya tapi kalau tidak ada korban kan namanya bukan bencana, kroco…”
“Tapi kan yang bikin kita berduka karena korbannya banyak, Bapak Pimpinan.”
“Kroco, kamu bikin saya pusing.”
“Maaf, Bapak Pimpinan.”
“Percuma ngomong sama kamu. Kacung kampret… sini!!”
“Ya, Bapak Pimpinan.”
“Kamu dengar tadi saya suruh apa kepada si kroco ini?”
“Dengar sedikit sih pak. Spanduk, bencana, turut berduka, gempa, korban.”
“Ya udah sana. Bikin.”
“Eee… jadinya kita berduka cita atas apanya nih pak, gempanya atau korbannya?”
“Atas gempanya kek, atas korbannya kek, terserahhh…! Yang penting kita berduka cita! Bikin sana, buruaaan…!! Keburu ada gempa lagi, tauk!”
“Baik pak, baik pak… segera pak!”

Beberapa hari kemudian…
“Bapak Pimpinan, spanduknya sudah saya pasang di depan.”
“Ya, kacung kampret, saya sudah lihat.”
“Bagaimana pak, betul kan pak?”
“Grrrhhh….” (sambil menarik-narik rambut).

spanduk cerdas sebuah parpol

Iklan
Tinggalkan komentar

53 Komentar

  1. wkwkwkwkwwkwkwkwwkwkwkwwkwkwkwk …

    Suka

    Balas
  2. hahahhahaa…..ancur banget negara ini, kalau bikin spanduk yang remeh aja gak beres, gimana bikin anggaran.

    Suka

    Balas
  3. maksudnya, tuh partai berduka cita atas bencana yang menimpa pemerintah, yakni korban gempa sebagai bencana bagi pemerintah. kan ngeluarin duit tuh untuk korban. duh.. ribet ya bacanya…mirip ini deh “kucing makan tikus mati di dapuurrr”. ada banyak penafsiran…

    Suka

    Balas
  4. maksudnya, tuh partai berduka cita atas bencana yang menimpa pemerintah, yakni korban gempa sebagai bencana bagi pemerintah. kan ngeluarin duit tuh untuk korban. duh.. ribet ya bacanya…mirip ini deh “kucing makan tikus mati di dapuurrr”. ada banyak penafsiran…

    Suka

    Balas
  5. waaa, ini jaman gw blom kenal elu Gung… :Dbelum join MP malah…

    Suka

    Balas
  6. Aku dulu di Jakarta tinggal di daerah deket tuh parpol punya kantor, dulu sekolah di Ade Irma Suryani yang sejalan ama nih Parpol BOLOT he he he. Nah sih Mbot rumahnya daerah situ juga ya? kalau aku di Jakarta di jalan Purwakarta.

    Suka

    Balas
  7. jangan jangan parpol itu hanya mengkarya kan orang orang bodoh…upsss…peace…

    Suka

    Balas
  8. sekolah lagi gih huaaaa

    Suka

    Balas
  9. golkar memang jaya (hiks …itu gambarnya partai keliatan)

    Suka

    Balas
  10. hahahahah… lutcuh.. (cuhnya ke samping kanan)

    Suka

    Balas
  11. huihihi …namanya juga kroco, maklum aja deh :p

    Suka

    Balas
  12. Hahahaha. Dasar bolot!!

    Suka

    Balas
  13. kangbayu said: Mungkin yang buatnya oknum Gung,

    betul juga Bay… yang jelek2 pasti perbuatan oknum lah… :-)))

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: