[being nice for dummies] #0004 Barang mahal yang nggak semua orang punya


Cerita oleh2 waktu ke Bandung 2 minggu yang lalu.

Gue dan Ida jalan-jalan di Ci-Walk sampe haus, dan akhirnya mampir di foodcourtnya. Baik gue maupun Ida waktu itu sama2 baru ngeh bahwa ada di Ci-Walk ada foodcourt. Abis, tempatnya nggak strategis banget: di lantai paling atas, satu lantai dengan bioskopnya, dan dari depan bioskop pun masih harus belok ke kanan terus kiri sedikit baru deh sampe ke sana. Sementara di bawah udah segitu banyaknya tempat makan yang asik-asik. Nggak heran tu foodcourt sepi banget.

Berhubung niatnya cuma mau beli minum, maka gue langsung menuju booth minuman yang kebetulan letaknya paling deket sama kasir dan pintu masuk. Gue beli cappuccino es seharga 7000 perak, sedangkan Ida mau beli air mineral (baca: air minum kemasan, yang sebenernya belum memenuhi syarat kecukupan kandungan mineral untuk disebut ‘air mineral’).

“Wah di sini nggak jual air mineral mbak”, kata mbak-mbak penjaganya. “Yang jual air mineral di sana”, katanya sambil menunjuk booth lain, “tapi mbak harus beli kupon dulu di kasir.”
Beli kupon dulu? Heran juga dengernya, hari gini kok masih ada sih foodcourt yang pake sistem kupon2an? Maka Ida beranjak ke kasir yang posisinya bersebelahan dengan booth minuman tsb, dan mendapat keterangan mengenai prosedur yang berlaku sebagai berikut:

Sebelum mulai berbelanja, pengunjung harus menyetorkan sejumlah uang ke kasir. Sebagai gantinya, pengunjung akan dapet sebuah kartu yang nilainya udah diprogram sesuai jumlah uang yang disetorkan (mirip kartu di Timezone). Setelah punya kartu, pengunjung membayar pesanannya dengan cara menggesekkan kartu. Nanti nominal kartu akan berkurang sesuai dengan nilai transaksi. Kalau total transaksi lebih sedikit dari nominal awal, maka pengunjung harus dateng lagi ke kasir untuk me-refund uangnya.

“Tapi mbak, saya cuma mau beli air mineral segelas”, kata Ida. “Nggak bisa bayar langsung di tempatnya ya?”
“Nggak bisa mbak, harus taro uang dulu di sini”, kata mbak Kasir, “Sepuluh ribu juga cukup.”
“Harga air mineral segelas kan nggak sampe 10 ribu mbak”, kata Ida
“Iya, nggak papa, nanti habis beli kartunya mbak bawa lagi ke sini untuk dikembalikan uangnya”.
“Kalo saya taro uangnya seharga airnya, misalnya 2000 perak, boleh?”
“Nggak bisa mbak, minimal 10 ribu.”
“Ah ya udah deh mbak, nggak jadi. Ribet bener sih mau beli air segelas aja.” kata Ida bersungut-sungut.

Abis itu gue dan Ida milih duduk nggak jauh dari situ, untuk meminum si cappuccino es yang kalo gue pikir2 sekarang, kok bisa ya dibeli tanpa harus pake acara tuker2 uang di kasir? Ida masih aja ngomel2 soal betapa ribetnya prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan segelas air di foodcourt ini, dan menganalisa mungkin itu sebabnya di sini nampak kurang pengunjung.

Nggak lama kemudian, tiba2 mbak2 dari booth minuman manggil2,
“Mbak… mbak… psst… ”
“Ya, kenapa?” kata Ida
“Mbak mau air ya? Air biasa aja mau ya mbak?”
“Mau sih…”
“Ya udah, sebentar ya, kita punya kalo cuma air biasa aja sih…” habis itu mereka ngambilin air dari kulkas, dan menghidangkannya dalam gelas plastik.
“Berapa mbak?”
“Udah, nggak usah…! ” dan mereka bener2 nggak mau dibayar. Sampe mau pulang, Ida mencoba lagi ngasih uang, tapi mereka tetep aja nggak mau. “Cuma air aja kok”, katanya.

Memang ‘cuma’ segelas air yang mungkin nggak nilainya, tapi kepedulian di baliknya adalah barang mahal – yang nggak semua orang mampu memilikinya.

Ini foto kedua mbak2 baik hati itu:

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

16 Komentar

  1. Cuma segelas air, tapi cerita kebaikannya bisa menginspirasi orang yang baca artikel ini 👍👍

    Suka

    Balas
  2. Reblogged this on sapienzadivita.

    Suka

    Balas
  3. mbot said: kirain di sana semua orang bisa bhs inggris, kan pariwisatanya lebih maju dari kita ya..

    gak hanya bahasa tapi juga aksara, banyak yang ga bisa baca ABC. dan banyak orang sarjana S2 sama sekali ga bisa bahasa inggeris. Seluruh kota, kalau bukan tempat pariwisata gak akan nemu ABC, nemunya huruf thailand semua, (tapi mereka rajin menterjemahkan segalanya ke bahasa thai). salah satu efeknya bangsa ini kokoh secara tingkat brain-drain (orang pinter yang kabur trus kerja di luar negeri) rendah.tempat yang menarik, dan murah, makan di foodcourt secara “terhormat dan bahagia” jatohnya sekitar 8000 perak, kamar hotel yang sekelas di jakarta 500 rebuan di sana 200 rebuan.bangsa itu blom pernah dijajah, jadi blom pernah diatur bangsa lain, oleh karena itu sepanjang sejarahnya mereka harus belajar mengatur diri sendiri, hasilnya lumayan, berada di sana dan merasakan kehidupan orang sana, akan serasa menemukan “oh kayak gini toh bangsa yang agak beradab” *lumayan buat tambahan trivia kuiz lo*

    Suka

    Balas
  4. Maknyessssssssssss! *serasa meminum langsung air yang diberikan si Mba baik hati* Makasih udah dikisahkan kembali Mas ^_^

    Suka

    Balas
  5. mbot said: perilaku mbak2 di foodcourt yang sepi…. emang jadi cenderung judes ya

    beberapa kali siy ngalamin yg kek gitukalo’ kita beli bukannya dilayani dgn ramahtapi spt-nya mereka ngerasa terganggu karena jd gak bisa nyantai-nyantai karena harus melayani pembeli *sigh*

    Suka

    Balas
  6. mbaktika said: jadi inget waktu makan di foddcort thailand bulan april lalu waktu nengok saudara yg jadi monk. pakai acara tuker kupon segala, mana gak tau harga rata2x makanan di sono lagi welhh pusing2x deh,pusing karena udah laperr juga di tambah pusing karena harus ngantri beli kupon yg gak tau harus ngasih berapa duit hehehe, tambah lagi yg bagian kupon gak bisa basa inggris dan gue gak bisa basa thai. pusingggggggggggg.

    kirain di sana semua orang bisa bhs inggris, kan pariwisatanya lebih maju dari kita ya..

    Suka

    Balas
  7. aerotribal said: tapi kalo di taman anggrek …. *HALAH*ps : taman anggrek mana sih ?

    pokoknya jauh dari gambir, Wan.. lo pasti paling apal daerah situ kan? heheheh…

    Suka

    Balas
  8. myshant said: btw mbak-mbaknya itu baik banget yagak yg judes seperti kebanyakan mbak-mbak yg di foodcourt yg sepi :p

    wah gw belum pernah studi banding perilaku mbak2 di foodcourt yang sepi…. emang jadi cenderung judes ya shant?

    Suka

    Balas
  9. nitasellya said: Fudkortnya Taman anggrek juga nyebelin gitu Gung. Kudu nuker duit ama kupon dulu, kalo masih ada sisa, tuker lagi ke kasir, alah ribet.

    kayaknya sistem gitu diberlakukan karena pengelolanya nggak percaya sama kejujuran para tenant… kalo nggak salah mereka pake sistem komisi…

    Suka

    Balas
  10. ciput said: Pelajaran menyejukkan di pagi hari nan sejuk, thanks for sharing Gung.

    sama2, semoga bisa menjadi inspirasi🙂

    Suka

    Balas
  11. jadi inget waktu makan di foddcort thailand bulan april lalu waktu nengok saudara yg jadi monk. pakai acara tuker kupon segala, mana gak tau harga rata2x makanan di sono lagi welhh pusing2x deh,pusing karena udah laperr juga di tambah pusing karena harus ngantri beli kupon yg gak tau harus ngasih berapa duit hehehe, tambah lagi yg bagian kupon gak bisa basa inggris dan gue gak bisa basa thai. pusingggggggggggg.

    Suka

    Balas
  12. tapi kalo di taman anggrek …. *HALAH*ps : taman anggrek mana sih ?

    Suka

    Balas
  13. mbot said: Heran juga dengernya, hari gini kok masih ada sih foodcourt yang pake sistem kupon2an?

    di taman anggrek juga masih model kuponmakanya gak pernah makan di foodcourtnyaribet …btw mbak-mbaknya itu baik banget yagak yg judes seperti kebanyakan mbak-mbak yg di foodcourt yg sepi :p

    Suka

    Balas
  14. Fudkortnya Taman anggrek juga nyebelin gitu Gung. Kudu nuker duit ama kupon dulu, kalo masih ada sisa, tuker lagi ke kasir, alah ribet.

    Suka

    Balas
  15. mbot said: tapi kepedulian di baliknya adalah barang mahal – yang nggak semua orang mampu memilikinya

    Pelajaran menyejukkan di pagi hari nan sejuk, thanks for sharing Gung.

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.158 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: