Tamu-tamu istimewa menjelang kawinan gue


Sebagaimana layaknya seorang muslimah yang mau mantu, Ibu gue berencana bikin pengajian. Pesertanya ibu2 di sekitar rumah yang emang punya pengajian rutin setiap hari Rabu. Rabu yang dipilih adalah Rabu 22 Juni kemarin, yang kebetulan bertepatan sama ultah Ida.

Walaupun peserta yang diundang seluruhnya ibu-ibu, tapi ibu gue juga menginformasikannya ke beberapa kerabat yang lain, termasuk salah seorang oom yang temen deket almarhum bapak gue. Si oom menyambut gembira sekali rencanya pengajian ini, bahkan kemudian menambahkan sebuah niat, “…gimana kalo pas acara pengajian nanti, oom ajak juga anak-anak yatim-piatu dari panti asuhan? Oom kenal dengan salah satu pengurus panti asuhan dekat sini.”
Wah, boleh juga, pikir gue. Kok ya nggak kepikiran sebelumnya ya, untuk berbagi kebahagiaan ini dengan mereka?

“Kalau ngundang mereka, bagus sekali,” kata si oom melanjutkan, “mereka bisa kita minta bantu mendoakan, dan nantinya bisa disuruh cerita juga.”
“Cerita? Cerita apaan Oom?”
“Ya… cerita pengalaman mereka waktu bapak-ibunya meninggal, sedih deh, tamu yang lain pasti terharu dengernya…Misalnya, ada salah satu anak yang ibunya meninggal karena jatuh dari boncengan sepeda motor ayahnya… Jadi si anak ini ditinggal pergi sebentar oleh orang tuanya, pulang-pulang ibunya udah meninggal, sediih sekali…”
“Lho…?!” gue bengong dengernya.

Nggak tau ya, mengundang anak2 itu dengan niat agar mereka mendoakan kita aja udah bikin gue kurang sreg. Somehow it doesn’t feel right for me, kayaknya kok seperti penodongan, gitu. Orang mendoakan kita kan karena orang itu mau, bukan karena disuruh mendoakan. Lagian, doa yang dilakukan secara nggak ikhlas, apa iya bisa ‘sampe’?

Gue membayangkan kalo gue ada dalam posisi anak-anak itu, ujug2 diajak-ajak ke rumah orang yang gue nggak kenal, trus disuruh berdoa untuk orang itu. Idih, siapa elu? Mereka memang masih anak2, tapi anak2 kan juga punya pilihan sendiri mau berdoa untuk siapa. Menurut gue, adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?

Bagian ‘nodong doa’-nya aja udah bikin gue rada kurang sreg, ditambah lagi kedatangan mereka nanti akan di-“manfaatkan” untuk bikin orang terharu-biru dengan kisah sedih yang mungkin nggak nyaman buat mereka ceritakan lagi. Maksud gue, come on, put yourself in their shoes. Katakanlah lo abis ketiban sial, yang kecil-kecil aja seperti misalnya spion mobil dicongkel orang di traffic light. Trus abis itu lo disuruh cerita berulang kali mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan itu. Emang enak? Lagian secara psikologis gue yakin efeknya nggak akan positif bagi mereka. Masa anak-anak adalah masa bermain, masa bersenang-senang. Kalo mereka diajak sedih-sedihan mulu, gimana nanti perkembangan mentalnya 10-20 tahun ke depan?

Spontan gue jawab si Oom, “Hwaaduuh.. jangan gitu deh Oom… saya seneng dengan ide mengundang anak-anak itu, tapi bukan untuk tujuan itu. Mereka nanti akan jadi tamu di sini, dan namanya tamu harus dijamu sebaik-baiknya. Nggak usah pake sedih2an ya Oom, nanti saya bikin acara buat mereka kayak pesta ulang tahun aja…”
“Acara gimana maksud Mas Agung?”
“Ya nanti saya pikirin Oom. Tolong dikonfirmasi aja berapa jumlah anak yang mau dateng.”

Si oom menyebutkan angka 15 anak yang akan dibawa. Maka gue langsung merancang persiapan.
Ide pertama gue: mereka harus diajak fun. Terserah mereka biasanya gimana di acara ‘doa-mendoa’ lainnya, tapi di rumah gue nggak boleh ada yang sedih-sedihan. Dan yang terpikir pertama kali oleh gue: harus ada goodie-bag.

Ide ini didasarkan pada pengalaman gue sendiri waktu anak-anak: tiap kali dateng ke pesta ulang tahun, bagian yang paling membahagiakan adalah menerima goodie-bag. Kayaknya seru, gitu; nerima sekantong penuh coklat dan permen. Walaupun harga permennya nggak seberapa, tapi kalo udah dikemas dalam goodie-bag kayaknya derajat kenikmatannya jadi naik berkali-kali lipat. Gue yakin semua orang pasti punya kenangan manis menerima goodie-bag 🙂

Rencana bagi2 goodie-bag gue ceritain ke kakak gue yang paling bawel, mbak Doti, dan dia menyambut gembira. Malah dia punya ide lebih bagus lagi: permennya nggak ditaro dalam plastik, tapi dalam tas sekolah yang sekalian bisa mereka bawa pulang. Mbak Doti mau menyumbang tas sekolahnya, sementara gue cuma beli permennya.

Setelah kepikiran ide soal goodie-bag, gue juga langsung ‘merekrut’ orang-orang yang nantinya akan gue perlukan bantuannya dalam menghandle 15 anak. Pilihan jatuh tak lain tak bukan pada wajah2 yang sudah tidak asing lagi, Sigit dan Nanin. Mereka berdua setuju untuk mengosongkan agenda masing-masing tanggal 22 Juni, membantu bikin ‘pesta’ yang seru buat tamu2 istimewa gue. Rencananya, goodie-bag2 itu nggak akan gue bagiin gitu aja, kurang seru. Gue mau bikin game, tapi belum kepikiran kaya apa game-nya.

Waktu berjalan, dan seperti biasa: berbagai hal suka muncul bersamaan pada saat2 yang kurang tepat. Menjelang hari H kerjaan di kantor numpuknya gila-gilaan karena mau ada workshop tanggal 23-24-nya. Rencana mau beli permen nggak sempet2 karena gue keluar kantor pada saat toko udah tutup mulu, sementara mbak Doti udah menjalankan misi beli 15 tas sekolah yang dia tumpuk di kamar gue. Ternyata dia nggak hanya beli tas, di dalemnya dia taroin juga topi, ballpoint, dan dompet.

Puncaknya tanggal 21, niat beli permen lagi2 batal karena dengan spektakulernya gue baru keluar kantor jam 4 pagi!! Tanggal 22 gue bangun jam 1/2 9 lewat dengan panik karena permen sama sekali belum kebeli. Tanpa repot2 mandi dulu, gue langsung cabut ke Hero terdekat, dan langsung asal comot aja dari rak ke rak. Pokoknya tiap kali ada cemilan bergambar tokoh2 kartun gue comot, cemplungin ke keranjang belanjaan. Beres.

Sampe rumah, Nanin udah stand-by. Permen-permen langsung gue serahterimakan, dan Nanin langsung memasuk-masukkannya ke dalam tas sumbangan dari mbak Doti sambil ditontonin keenam keponakan gue.

Keluar dari kamar mandi, Nanin masih sibuk sementara keponakan-keponakan gue udah kena hardik salah satu kakak gue yang runner-up dalam soal kebawelan, mbak Wati.
“Heh, gimana sih kalian cuma nonton aja, bantuin dong tante Nanin! Make yourselves useful!”
“Make apaan tante Wati?” tanya salah satu keponakan gue yang kurang paham bahasa Inggris karena baru kelas 4 SD.

Jam 11 rombongan ibu-ibu pengajian berdatangan, sementara si oom yang punya prakarsa bilang anak-anaknya baru akan dateng sekitar jam 1 karena hari ini mereka masih pada ulangan. Jadi acara hari ini dibagi dua: jam 11-13 pengajian ibu2, jam 13 sampe selesai acara anak2.

Akhirnya jam 1 teng anak-anak dateng, didahului dengan oom Sigit sekitar 1 jam sebelumnya. Nanin udah senewen nanya-nanya mulu; “Jadi game-nya apaan nih gung?”
“Belum tau gue, ini lagi nyari ide. Apa lomba minum Aqua gelas aja ya? Tuh lagi banyak aqua gelas.”
Nanin langsung menunjukkan ekspresi =idih-garing-amat-sih-gamenya=
“Ya udah, punya ide lain?”
“Ini juga garing sih, tapi kayaknya mendingan daripada lomba minum Aqua. Gimana kalo game masukin paku ke dalam botol, seperti tujubelasan? Tuh, banyak botol kosong.”
Wah boleh juga. Cuma biar nggak kelamaan, gamenya gue modifikasi sedikit sehingga masukin pakunya secara berpasangan. Dua anak diiket pinggangnya pake tali kasur, baru kemudian di tengah-tengah tali itu diiketin paku. Jadi kan ada unsur teamworknya. Selain itu, cukup dengan menyediakan 4 botol kosong, 8 anak sekaligus bisa ikutan main.

Sedangkan ide game untuk 7 anak yang tersisa dateng dari salah satu game experiential training milik temen gue, namanya Helium Stick. Ini game rada susah untuk dideskripsikan. Intinya, melibatkan sebatang tongkat yang harus diletakkan sejumlah orang ke lantai, yang pada prakteknya si tongkat bukannya bergerak turun; tapi malah akan naik melulu – makanya game ini dinamain Helium Stick. Biasanya dipake di soft-skills training seperti leadership atau team-building training, salah satu kerjaan gue di masa lalu. Untuk tongkatnya gue pake gagang pel.

Acara dimulai, pak uztadz pemimpin rombongan langsung memimpin doa yang panjaaaang… Sambil berdoa gue perhatiin tampang-tampangnya anak2 itu. Rata-rata keliatan capek dan bosen banget. Ya iyalah, orang abis ulangan, otak lagi capek, belum sempet makan, eh disuruh berdoa panjang lebar untuk seorang oom gendut entah siapa yang katanya mau kawin ini.

Makanya begitu doa selesai, gue langsung menginstruksikan mereka untuk makan dulu, yang disambut dengan lega oleh mereka. Gue impressed banget, ternyata mereka sangat tertib. Makannya pada rapi nggak belepetan, dan selesai makan pada ngantri bawa piringnya sendiri-sendiri ke dapur. Bungkus-bungkus kue juga mereka kumpulin di plastik sampah, biar nggak berceceran. Padahal gue akan sangat maklum kalo ada sedikit makanan tumpah-tumpah dan piring berantakan seperti umunya anak2 kalo makan. Kayaknya keadaan telah menempa mereka untuk lebih berdisiplin ketimbang anak2 lainnya.

Selesai acara makan, gue muncul dengan bawa 1 kereta dorong berisi setumpuk tas hadiah, dan game dimulai. Nanin dan Sigit yang rata2 juga punya pengalaman ngebawain softskill training langsung beraksi, dan kedua game berjalan lancar. Saking lancarnya, kakak2 gue pada takjub ngeliat efek Helium Stick dan pada ikutan nyoba juga .

Pembagian hadiahnya basa-basi banget: berhubung hadiahnya sama semua, nggak ada juara 1, 2, atau 3. Pokoknya menang – kalah dapat hadiah! Dan merupakan suatu pengalaman yang mengesankan banget buat gue, mendengar seruan2 surprised mereka waktu buka tas hadiah masing2 dan nemuin berbagai benda di dalamnya…

Acara selesai sekitar jam 1/2 4-an dengan selamat, sukses tanpa sedikitpun acara sedih2an. They are my special guests, and deserved to be treated in a special way too.
Mission: Accomplished.

Epilog:
Unan, yang biasa bertugas ngepel rumah dateng sore-sore dan nampak bingung mondar-mandir sambil komat-kamit. Setelah diselidiki, ternyata dia kebingungan nyari gagang pel yang tadi siang sempet naik pangkat jadi Helium Stick… hehehe, gue lupa ngembaliin tu gagang ke tempat biasanya.

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

12 Komentar

  1. prajuritkecil said: Jadi, kalo kata ustadz, kalo gak pengen makanan di acara pesta kita menjadi makanan yang terlaknat… harus mengikutsertakan orang-orang gak punya juga… gitu seh…

    berarti gue bersyukur banget ya, udah diingatkan sama si oom…

    Suka

    Balas
  2. hehehehe… jadi gak enak, sering banget minta doain ke orang-orang. terutama minta doain ke mama, papa, or abang-abang kalo lagi butuh banyak support…:)eniwei, tentang anak yatim itu… sebenernya Rasul pernah bilang, kalo makanan yang dilaknat adalah makanan di pesta-pesta pernikahan yang didalamnya hanya menyenangkan orang-orang berpunya saja. Sedangkan orang-orang yang terbiasa makan seadanya, fakit miskin, ataupun anak-anak yatim dilupakan. Padahal bisa jadi, orang-orang berpunya sudah terbiasa makan enak. Sedangkan kalo buat orang miskin dan anak yatim, makanan itu menjadi sangat istimewa. Jadi, kalo kata ustadz, kalo gak pengen makanan di acara pesta kita menjadi makanan yang terlaknat… harus mengikutsertakan orang-orang gak punya juga… gitu seh…

    Suka

    Balas
  3. wateromarch said: Fotonya permainan ini dong Gung. Gw soalnya Jendral Maen di keluarga gw. Ponakan2 gw selalu nodong gw untuk bikin permaenan klo pas mereka nginep di rumah gw.

    waaa… fotonya nggak ada. tukang fotonya rupanya ikutan terkesima melihat permainan itu. gini deh, gue coba jelasin lebih detil, mudah2an kebayang kaya apa. sebenernya ini game lebih seru kalo dimainkan oleh 2 kelompok, jadi perlu 2 tongkat. jumlah anggota per kelompok bebas, tergantung panjang tongkatnya. makin banyak makin seru. caranya: anggota kelompok berdiri berjajar, masing2 mengacungkan telunjuk secara mendatar, kurang lebih setinggi dada. punggung telunjuk (bagian yang ada kukunya) menghadap ke atas. setelah siap, tongkat diletakkan di atas jejeran telunjuk2 itu. sebelum mulai, pastikan seluruh telunjuk menempel pada tongkat. instruksinya: 1. letakkan tongkat di atas lantai, bagian tangan yang boleh menyentuh tongkat hanya punggung telunjuk (jd tongkat nggak boleh dipegang). 2. sampai posisi tongkat menyentuh lantai, seluruh telunjuk harus tetap menempel pada tongkat, nggak boleh ada yang lepas. 3. kalo dalam proses menurunkan tongkat ada telunjuk yang lepas, proses harus diulang dari awal lagi.poin 2 dari instruksi di atas lah yang menyebabkan tongkat jadi kayak bebas gravitasi. karena setiap anggota kelompok jadi takut jarinya lepas dari tongkat, maka secara nggak sadar dia justru akan menggerakkan jarinya ke atas (naik) bukannya turun! dan kalo ada satu aja anggota kelompok yang menggerakkan tongkat sedikit naik, maka secara refleks anggota kelompok yang lain akan berusaha’mengejar’ naik yang akibatnya tongkat malah akan mumbul makin tinggi lagi. lucu ngeliat ekspresi para peserta yang keheranan kenapa tuh tongkat bukannya turun malah naik2 mulu.

    Suka

    Balas
  4. Setuju bgt soal ” ga usah nodong doa”itu…perkara doa sih ga usah disuruh / ditodong,tergantung kesadaran dan kemauan mereka aja.Dengan membuka ‘Chapter sedih mereka’ ga menjamin mereka mau berdoa dgn tulus hehhehe..

    Suka

    Balas
  5. mbot said: Sedangkan ide game untuk 7 anak yang tersisa dateng dari salah satu game experiential training milik temen gue, namanya Helium Stick. Ini game rada susah untuk dideskripsikan. Intinya, melibatkan sebatang tongkat yang harus diletakkan sejumlah orang ke lantai, yang pada prakteknya si tongkat bukannya bergerak turun; tapi malah akan naik melulu – makanya game ini dinamain Helium Stick. Biasanya dipake di soft-skills training seperti leadership atau team-building training, salah satu kerjaan gue di masa lalu Untuk tongkatnya gue pake gagang pel.

    Fotonya permainan ini dong Gung. Gw soalnya Jendral Maen di keluarga gw. Ponakan2 gw selalu nodong gw untuk bikin permaenan klo pas mereka nginep di rumah gw.

    Suka

    Balas
  6. uhuuuuu….terharoooooo akooooo….

    Suka

    Balas
  7. myshant said: tanpa dimintapun, insya Allah mereka akan mendoakan agar tgl 3 Juli nanti, lancar dan berkah.

    amin..amin ya allah..:-))))

    Suka

    Balas
  8. mbot said: Epilog

    spt biasa ….epilognya bikin gue senyum-senyum stlh terharu baca yg atas-atas …membahagiakan anak yatim itu, gede banget pahalanya.tanpa dimintapun, insya Allah mereka akan mendoakan agar tgl 3 Juli nanti, lancar dan berkah.

    Suka

    Balas
  9. mbot said: Nggak tau ya, mengundang anak2 itu dengan niat agar mereka mendoakan kita aja udah bikin gue kurang sreg. Somehow it doesn’t feel right for me, kayaknya kok seperti penodongan, gitu. Orang mendoakan kita kan karena orang itu mau, bukan karena disuruh mendoakan. Lagian, doa yang dilakukan secara nggak ikhlas, apa iya bisa ‘sampe’?Gue membayangkan kalo gue ada dalam posisi anak-anak itu, ujug2 diajak-ajak ke rumah orang yang gue nggak kenal, trus disuruh berdoa untuk orang itu. Idih, siapa elu? Mereka memang masih anak2, tapi anak2 kan juga punya pilihan sendiri mau berdoa untuk siapa. Menurut gue, adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?Bagian ‘nodong doa’-nya aja udah bikin gue rada kurang sreg, ditambah lagi kedatangan mereka nanti akan di-“manfaatkan” untuk bikin orang terharu-biru dengan kisah sedih yang mungkin nggak nyaman buat mereka ceritakan lagi. Maksud gue, come on, put yourself in their shoes. Katakanlah lo abis ketiban sial, yang kecil-kecil aja seperti misalnya spion mobil dicongkel orang di traffic light. Trus abis itu lo disuruh cerita berulang kali mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan itu. Emang enak? Lagian secara psikologis gue yakin efeknya nggak akan positif bagi mereka. Masa anak-anak adalah masa bermain, masa bersenang-senang. Kalo mereka diajak sedih-sedihan mulu, gimana nanti perkembangan mentalnya 10-20 tahun ke depan?

    Bagi gw, apa yang udah mas Agung buat adalah suatu perbuatan yang mulia. Karena menurut ajaran keimanan gw, kalo kita memberkati orang, kita juga akan diberkati dengan berlipat sama Tuhan.Salut buat mas Agung dan mbak Doti.ES

    Suka

    Balas
  10. mbot said: “Kalau ngundang mereka, bagus sekali,” kata si oom melanjutkan, “mereka bisa kita minta bantu mendoakan, dan nantinya bisa disuruh cerita juga.””Cerita? Cerita apaan Oom?””Ya… cerita pengalaman mereka waktu bapak-ibunya meninggal, sedih deh, tamu yang lain pasti terharu dengernya…Misalnya, ada salah satu anak yang ibunya meninggal karena jatuh dari boncengan sepeda motor ayahnya… Jadi si anak ini ditinggal pergi sebentar oleh orang tuanya, pulang-pulang ibunya udah meninggal, sediih sekali…””Lho…?!” gue bengong dengernya.

    Mas..di-doakan oleh anak yatim lebih mutajab doanya mas, katanya.Mengenai cerita, kadang perlu juga kita mendengar yang minus2. Daripada mendengar yang plus2. Tetapi memang kalau di exploitir jadi enggak bagus. Tetapi karena pernah berkecimpung di suatu yayasan (sebentar aja), jadi tahu kadang kita perlu bercerita/menceritakan apa yang terjadi pada mereka kepada khalayak umum agar kita bisa mendapatkan donor untuk mereka2 itu setelah mereka membaca/mendengar cerita2 mereka. Mohon maaf kalau tidak berkenan dengan kata2 saya.wass. wr. wb.

    Suka

    Balas
  11. mbot said: adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?

    Gak aneh sama sekali kok ^__^Nabi mulia bahkan meminta setiap keluarga Muslim menggembirakan mereka dengan menjadi ayah dan ibu dari (minimal) 1 anak yatim.

    Suka

    Balas
  1. Di manakah engkau, HPku sayang? | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    Feni Febrianti di siapa yang sering kesetrum sep…
    mbot di My Wonder Woman
    bayutrie di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    p3n1 di My Wonder Woman
    mbot di My Wonder Woman
    enkoos di My Wonder Woman
    Rafi: manggung lagi,… di demi anak naik panggung…
    mbot di My Wonder Woman
    Johana Elizabeth di My Wonder Woman
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 6.577 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Tautan-tautan Pribadi

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Hal yang Perlu Disiapin Sebelum Nonton "A Quiet Place" 15 April 2018
      Buat yang belum tau, "A Quiet Place" menceritakan kehidupan sebuah keluarga dengan 3 anak yang hidupnya sama sekali nggak boleh berisik, karena kalo bersuara dikit aja bisa diserang oleh 'sesuatu' (no spoiler ahead).Tentunya ini sedikit menimbulkan pertanyaan bagi gue, lantas gimana kalo mereka eek. Mungkin suara ngedennya bisa diredam, s […]
    • Benarkah Pacific Rim Uprising Jelek? 25 Maret 2018
      Soal keputusan untuk nonton atau nggak nonton sebuah film kadang cukup pelik. Di satu sisi, inginnya nonton semua film yang rilis. Di sisi lain, tiket bioskop deket rumah sekarang udah mencapai 60 ribu (harga weekend). Belum termasuk pop corn yang ukuran mediumnya 50 ribu dan air putih di botol 330 ml seharga 10 ribu*. Artinya: filmnya harus beneran dipilih […]
    • Review: Designated Survivor (Serial TV 2016) 15 Maret 2018
      Semua berawal gara-gara Netflix.Di suatu hari yang selo, nyalain Netflix tanpa tau mau nonton apa, tiba-tiba trailer film ini muncul.Ida langsung tertarik. "Nonton ini aja, suami. Istri seneng nonton film yang gini-gini," katanya, tanpa keterangan yang lebih operasional mengenai batasan film yang masuk dalam kategori 'gini-gini'.Ternyata […]
    • Review: Peter Rabbit (2018) Bikin Penonton Doain Tokoh Utama Celaka 11 Maret 2018
      Biasanya film kan dikemas sedemikian rupa biar penonton bersimpati pada tokoh utamanya, ya. Biar kalo tokoh utamanya dalam posisi terancam, penonton deg-degan, berdoa biar selamat sampai akhir film. Khusus untuk film ini, gue sih terus terang doain Peter Rabbit-nya cepetan mati. Digambarkan dalam film ini Peter Rabbit adalah kelinci yang sotoy, sangat iseng […]
    • Sensasi Nonton Pengabdi Setan Bareng Emak-Emak Setan 8 Oktober 2017
      Sejak lama, Joko Anwar terobsesi dengan film horor. Menurutnya, horor adalah genre film yang paling jujur. Tujuannya ya nakut-nakutin penonton, bukannya mau ceramah, motivasi, atau menyisipkan pesan moral. Di kesempatan berbeda, gue juga pernah denger dia bilang, secara komersial film horor lebih berpotensi laku. Alasannya sederhana: karena takut, orang cend […]
    • Parodi Film: Jailangkung (2017) 26 Juni 2017
      SPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTSPOILER ALERTFerdi (Lukman Sardi) diketemukan nggak sadar di sebuah rumah terpencil oleh pilot pesawat carterannya. Dia dirawat di ICU, tapi dokter nggak bisa menemukan apa penyakitnya.Anak Ferdi, Bella (Amanda Rawles), tentu kepikiran. Dia minta bantuan Rama (Jefri Nichol), seorang... yah, dib […]
    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Diamond Conference Tokyo 2018: Part 1-- Keberangkatan! 8 Mei 2018
      [Senin, 17 April 2018] Jalan-jalan Conference kali ini rasa excitednya agak sedikit beda karenaaaaa ini adalah DIAMOND CONFERENCE PERTAMA AKU... 😍😍😍😍😍😍 Selama ini aku pergi kan untuk Gold Conference, yaitu reward buat title Gold Director and up. Sedangkan seperti namanya, Diamond Conference ini adalah reward khusus buat yg titlenya Diamond and up! Selama ini […]
    • Seminar "Katakan TIDAK Pada Investasi Ilegal"-- MLM vs Money Game. 8 Mei 2018
      Diamond and up Oriflame bersama Top Management Oriflame foto bareng. Tanggal 2 Mei 2017 tahun lalu, sebagai salah satu Diamond Director-nya Oriflame, aku dapat sebuah undangan eksklusif untuk hadir ke acara Seminar Nasional yg diselenggarakan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Judul seminar ini adalah-- KATA […]
    • Sewa Modem Wifi Buat Ke jepang? Di HIS Travel Aja! 26 April 2018
      Ceritanyaaa.. aku dan agung baru aja pulang dari Diamond Conferencenya Oriflame di Tokyo.. Ada banyaaaaak banget yg pengen aku ceritain. Satu-satu deh ya nanti aku posting. Tapi aku mau mulai dari soal INTERNETAN selama di sana.. ahahahaha.. PENTING iniii! Untuk keperluan internetan di tokyo kemarin aku dan agung sempet galau. Mau pakai roaming kartu atau se […]
    • Penyebab Kapas Ini Kotor Adalah... 17 Maret 2018
      Kapas ini bekas aku bersihin muka tadi pagi bangun tidur.. Lhoo kok kotor?Emangnya gak bersihin muka pas tidur?Bersihin dong. Tuntas malahan dengan 2+1 langkah.Lalu pakai serum dan krim malam. Kok masih kotor? Naaah ini diaaaa.. Tahukah teman2 kalau kulit wajah kita itu saat malam hari salah satu tugasnya bekerja melakukan sekresi atau pembersihan?Jadi krim […]
    • Join Oriflame Hanya Sebagai Pemakai? Boleh! 16 Maret 2018
      Aku baru mendaftarkan seseorang yg bilang mau join oriflame karena mau jadi pemakai..Dengan senang hatiiii tentunyaaa aku daftarkan..😍😍😍 Mbak ini bilang kalau udah menghubungi beberapa orang ingin daftar oriflame tapi gak direspon karena dia hanya ingin jadi pemakai aja.. Lhoooooo.. Teman2 oriflamers..Member oriflame itu kan ada 3 tipe jenisnya--Ada yg join […]
    • Semua karena AKU MAU 16 Maret 2018
      Lihat deh foto ini..Foto rafi lagi asyik mainan keranjang orderan di Oriflame Bulungan dulu sebelum pindah ke Oriflame Sudirman sekarang. Tanggal 1 Juli 2010.Jam 00.20 tengah malam. Iya, itu aku posting langsung setelah aku foto.Dan jamnya gak salah.Jam setengah satu pagi. Hah?Masih di oriflame? IyaNgapain? Beresin tupo. Jadi ya teman2, jaman sistem belum se […]
    • Kerja Keras yang Penuh Kepastian... Aku Suka! 15 Maret 2018
      Dari club SBN--Simple Biznet, ada 3 orang yg lolos challenge umroh/uang tunai 40 juta.Sedangkan dari konsultan oriflame se-indonesia raya konon ada total sekitar 60-an orang yg dapat hadiah challenge ini. Inilah yg aku suka dari oriflame.Level, title, cash award, maupun hadiah challengenya gak pernah dibatasin jumlahnya! Mau berapapun jumlah orang yg lolos k […]
    • Tendercare Oriflame: Si Kecil Ajaib 14 Maret 2018
      Buat teman-teman yg pemakai oriflame, atau at least pernah liat katalognya, mungkin pernah dengar atau justru pemakai setia si Tender Care ini.Bentuknya keciiil, mungiiil, lha cuma 15 ml doang.. Eh tapi kecil-kecil gini khasiatnya luar biasa.Tender Care ini produk klasiknya oriflame, termasuk salah satu produk awal saat oriflame pertama kali mulai dagang di […]
    • Sharing di Dynamics Sunday Party 4 Maret 2018
      Agenda hari minggu ini berbagi ilmu dan sharing di acara bulanannya teh inett Inette Indri-- DSP, Dymamics Sunday Party! Yeaaaaay! Teh inet udah lama bilang kalau pengen undang aku kasih sharing di grupnya. Aku dengan senang hari meng-iya-kan. Karena buatku berbagi ilmu gak pernah rugi. Jadilah kebetulan wiken ini aku ke Bandung untuk kasih kelas buat team b […]
    • Kelas Bandung, Sabtu 3 Maret 2018 3 Maret 2018
      Ah senaaaang ketemuan lagi sama team bandungku tersayang..😍😍😍😍😍 Hari ini aku bawain materi tentang mengelola semangat.Ini materi sederhana tapi sangat amat POWERFULL.Karena betul2 bikin ngaca sama diri sendiri.Yang banyak dibahas adalah soal MINDSET. Kelas kali ini Agung Nugroho juga ikut berbagi ilmu..Bapak Diamond kasih kelas juga lhooo..😍😍😍😍😍 Seneng […]
  • Iklan
%d blogger menyukai ini: