Tamu-tamu istimewa menjelang kawinan gue


Sebagaimana layaknya seorang muslimah yang mau mantu, Ibu gue berencana bikin pengajian. Pesertanya ibu2 di sekitar rumah yang emang punya pengajian rutin setiap hari Rabu. Rabu yang dipilih adalah Rabu 22 Juni kemarin, yang kebetulan bertepatan sama ultah Ida.

Walaupun peserta yang diundang seluruhnya ibu-ibu, tapi ibu gue juga menginformasikannya ke beberapa kerabat yang lain, termasuk salah seorang oom yang temen deket almarhum bapak gue. Si oom menyambut gembira sekali rencanya pengajian ini, bahkan kemudian menambahkan sebuah niat, “…gimana kalo pas acara pengajian nanti, oom ajak juga anak-anak yatim-piatu dari panti asuhan? Oom kenal dengan salah satu pengurus panti asuhan dekat sini.”
Wah, boleh juga, pikir gue. Kok ya nggak kepikiran sebelumnya ya, untuk berbagi kebahagiaan ini dengan mereka?

“Kalau ngundang mereka, bagus sekali,” kata si oom melanjutkan, “mereka bisa kita minta bantu mendoakan, dan nantinya bisa disuruh cerita juga.”
“Cerita? Cerita apaan Oom?”
“Ya… cerita pengalaman mereka waktu bapak-ibunya meninggal, sedih deh, tamu yang lain pasti terharu dengernya…Misalnya, ada salah satu anak yang ibunya meninggal karena jatuh dari boncengan sepeda motor ayahnya… Jadi si anak ini ditinggal pergi sebentar oleh orang tuanya, pulang-pulang ibunya udah meninggal, sediih sekali…”
“Lho…?!” gue bengong dengernya.

Nggak tau ya, mengundang anak2 itu dengan niat agar mereka mendoakan kita aja udah bikin gue kurang sreg. Somehow it doesn’t feel right for me, kayaknya kok seperti penodongan, gitu. Orang mendoakan kita kan karena orang itu mau, bukan karena disuruh mendoakan. Lagian, doa yang dilakukan secara nggak ikhlas, apa iya bisa ‘sampe’?

Gue membayangkan kalo gue ada dalam posisi anak-anak itu, ujug2 diajak-ajak ke rumah orang yang gue nggak kenal, trus disuruh berdoa untuk orang itu. Idih, siapa elu? Mereka memang masih anak2, tapi anak2 kan juga punya pilihan sendiri mau berdoa untuk siapa. Menurut gue, adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?

Bagian ‘nodong doa’-nya aja udah bikin gue rada kurang sreg, ditambah lagi kedatangan mereka nanti akan di-“manfaatkan” untuk bikin orang terharu-biru dengan kisah sedih yang mungkin nggak nyaman buat mereka ceritakan lagi. Maksud gue, come on, put yourself in their shoes. Katakanlah lo abis ketiban sial, yang kecil-kecil aja seperti misalnya spion mobil dicongkel orang di traffic light. Trus abis itu lo disuruh cerita berulang kali mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan itu. Emang enak? Lagian secara psikologis gue yakin efeknya nggak akan positif bagi mereka. Masa anak-anak adalah masa bermain, masa bersenang-senang. Kalo mereka diajak sedih-sedihan mulu, gimana nanti perkembangan mentalnya 10-20 tahun ke depan?

Spontan gue jawab si Oom, “Hwaaduuh.. jangan gitu deh Oom… saya seneng dengan ide mengundang anak-anak itu, tapi bukan untuk tujuan itu. Mereka nanti akan jadi tamu di sini, dan namanya tamu harus dijamu sebaik-baiknya. Nggak usah pake sedih2an ya Oom, nanti saya bikin acara buat mereka kayak pesta ulang tahun aja…”
“Acara gimana maksud Mas Agung?”
“Ya nanti saya pikirin Oom. Tolong dikonfirmasi aja berapa jumlah anak yang mau dateng.”

Si oom menyebutkan angka 15 anak yang akan dibawa. Maka gue langsung merancang persiapan.
Ide pertama gue: mereka harus diajak fun. Terserah mereka biasanya gimana di acara ‘doa-mendoa’ lainnya, tapi di rumah gue nggak boleh ada yang sedih-sedihan. Dan yang terpikir pertama kali oleh gue: harus ada goodie-bag.

Ide ini didasarkan pada pengalaman gue sendiri waktu anak-anak: tiap kali dateng ke pesta ulang tahun, bagian yang paling membahagiakan adalah menerima goodie-bag. Kayaknya seru, gitu; nerima sekantong penuh coklat dan permen. Walaupun harga permennya nggak seberapa, tapi kalo udah dikemas dalam goodie-bag kayaknya derajat kenikmatannya jadi naik berkali-kali lipat. Gue yakin semua orang pasti punya kenangan manis menerima goodie-bag🙂

Rencana bagi2 goodie-bag gue ceritain ke kakak gue yang paling bawel, mbak Doti, dan dia menyambut gembira. Malah dia punya ide lebih bagus lagi: permennya nggak ditaro dalam plastik, tapi dalam tas sekolah yang sekalian bisa mereka bawa pulang. Mbak Doti mau menyumbang tas sekolahnya, sementara gue cuma beli permennya.

Setelah kepikiran ide soal goodie-bag, gue juga langsung ‘merekrut’ orang-orang yang nantinya akan gue perlukan bantuannya dalam menghandle 15 anak. Pilihan jatuh tak lain tak bukan pada wajah2 yang sudah tidak asing lagi, Sigit dan Nanin. Mereka berdua setuju untuk mengosongkan agenda masing-masing tanggal 22 Juni, membantu bikin ‘pesta’ yang seru buat tamu2 istimewa gue. Rencananya, goodie-bag2 itu nggak akan gue bagiin gitu aja, kurang seru. Gue mau bikin game, tapi belum kepikiran kaya apa game-nya.

Waktu berjalan, dan seperti biasa: berbagai hal suka muncul bersamaan pada saat2 yang kurang tepat. Menjelang hari H kerjaan di kantor numpuknya gila-gilaan karena mau ada workshop tanggal 23-24-nya. Rencana mau beli permen nggak sempet2 karena gue keluar kantor pada saat toko udah tutup mulu, sementara mbak Doti udah menjalankan misi beli 15 tas sekolah yang dia tumpuk di kamar gue. Ternyata dia nggak hanya beli tas, di dalemnya dia taroin juga topi, ballpoint, dan dompet.

Puncaknya tanggal 21, niat beli permen lagi2 batal karena dengan spektakulernya gue baru keluar kantor jam 4 pagi!! Tanggal 22 gue bangun jam 1/2 9 lewat dengan panik karena permen sama sekali belum kebeli. Tanpa repot2 mandi dulu, gue langsung cabut ke Hero terdekat, dan langsung asal comot aja dari rak ke rak. Pokoknya tiap kali ada cemilan bergambar tokoh2 kartun gue comot, cemplungin ke keranjang belanjaan. Beres.

Sampe rumah, Nanin udah stand-by. Permen-permen langsung gue serahterimakan, dan Nanin langsung memasuk-masukkannya ke dalam tas sumbangan dari mbak Doti sambil ditontonin keenam keponakan gue.

Keluar dari kamar mandi, Nanin masih sibuk sementara keponakan-keponakan gue udah kena hardik salah satu kakak gue yang runner-up dalam soal kebawelan, mbak Wati.
“Heh, gimana sih kalian cuma nonton aja, bantuin dong tante Nanin! Make yourselves useful!”
“Make apaan tante Wati?” tanya salah satu keponakan gue yang kurang paham bahasa Inggris karena baru kelas 4 SD.

Jam 11 rombongan ibu-ibu pengajian berdatangan, sementara si oom yang punya prakarsa bilang anak-anaknya baru akan dateng sekitar jam 1 karena hari ini mereka masih pada ulangan. Jadi acara hari ini dibagi dua: jam 11-13 pengajian ibu2, jam 13 sampe selesai acara anak2.

Akhirnya jam 1 teng anak-anak dateng, didahului dengan oom Sigit sekitar 1 jam sebelumnya. Nanin udah senewen nanya-nanya mulu; “Jadi game-nya apaan nih gung?”
“Belum tau gue, ini lagi nyari ide. Apa lomba minum Aqua gelas aja ya? Tuh lagi banyak aqua gelas.”
Nanin langsung menunjukkan ekspresi =idih-garing-amat-sih-gamenya=
“Ya udah, punya ide lain?”
“Ini juga garing sih, tapi kayaknya mendingan daripada lomba minum Aqua. Gimana kalo game masukin paku ke dalam botol, seperti tujubelasan? Tuh, banyak botol kosong.”
Wah boleh juga. Cuma biar nggak kelamaan, gamenya gue modifikasi sedikit sehingga masukin pakunya secara berpasangan. Dua anak diiket pinggangnya pake tali kasur, baru kemudian di tengah-tengah tali itu diiketin paku. Jadi kan ada unsur teamworknya. Selain itu, cukup dengan menyediakan 4 botol kosong, 8 anak sekaligus bisa ikutan main.

Sedangkan ide game untuk 7 anak yang tersisa dateng dari salah satu game experiential training milik temen gue, namanya Helium Stick. Ini game rada susah untuk dideskripsikan. Intinya, melibatkan sebatang tongkat yang harus diletakkan sejumlah orang ke lantai, yang pada prakteknya si tongkat bukannya bergerak turun; tapi malah akan naik melulu – makanya game ini dinamain Helium Stick. Biasanya dipake di soft-skills training seperti leadership atau team-building training, salah satu kerjaan gue di masa lalu. Untuk tongkatnya gue pake gagang pel.

Acara dimulai, pak uztadz pemimpin rombongan langsung memimpin doa yang panjaaaang… Sambil berdoa gue perhatiin tampang-tampangnya anak2 itu. Rata-rata keliatan capek dan bosen banget. Ya iyalah, orang abis ulangan, otak lagi capek, belum sempet makan, eh disuruh berdoa panjang lebar untuk seorang oom gendut entah siapa yang katanya mau kawin ini.

Makanya begitu doa selesai, gue langsung menginstruksikan mereka untuk makan dulu, yang disambut dengan lega oleh mereka. Gue impressed banget, ternyata mereka sangat tertib. Makannya pada rapi nggak belepetan, dan selesai makan pada ngantri bawa piringnya sendiri-sendiri ke dapur. Bungkus-bungkus kue juga mereka kumpulin di plastik sampah, biar nggak berceceran. Padahal gue akan sangat maklum kalo ada sedikit makanan tumpah-tumpah dan piring berantakan seperti umunya anak2 kalo makan. Kayaknya keadaan telah menempa mereka untuk lebih berdisiplin ketimbang anak2 lainnya.

Selesai acara makan, gue muncul dengan bawa 1 kereta dorong berisi setumpuk tas hadiah, dan game dimulai. Nanin dan Sigit yang rata2 juga punya pengalaman ngebawain softskill training langsung beraksi, dan kedua game berjalan lancar. Saking lancarnya, kakak2 gue pada takjub ngeliat efek Helium Stick dan pada ikutan nyoba juga .

Pembagian hadiahnya basa-basi banget: berhubung hadiahnya sama semua, nggak ada juara 1, 2, atau 3. Pokoknya menang – kalah dapat hadiah! Dan merupakan suatu pengalaman yang mengesankan banget buat gue, mendengar seruan2 surprised mereka waktu buka tas hadiah masing2 dan nemuin berbagai benda di dalamnya…

Acara selesai sekitar jam 1/2 4-an dengan selamat, sukses tanpa sedikitpun acara sedih2an. They are my special guests, and deserved to be treated in a special way too.
Mission: Accomplished.

Epilog:
Unan, yang biasa bertugas ngepel rumah dateng sore-sore dan nampak bingung mondar-mandir sambil komat-kamit. Setelah diselidiki, ternyata dia kebingungan nyari gagang pel yang tadi siang sempet naik pangkat jadi Helium Stick… hehehe, gue lupa ngembaliin tu gagang ke tempat biasanya.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

12 Komentar

  1. prajuritkecil said: Jadi, kalo kata ustadz, kalo gak pengen makanan di acara pesta kita menjadi makanan yang terlaknat… harus mengikutsertakan orang-orang gak punya juga… gitu seh…

    berarti gue bersyukur banget ya, udah diingatkan sama si oom…

    Suka

    Balas
  2. hehehehe… jadi gak enak, sering banget minta doain ke orang-orang. terutama minta doain ke mama, papa, or abang-abang kalo lagi butuh banyak support…:)eniwei, tentang anak yatim itu… sebenernya Rasul pernah bilang, kalo makanan yang dilaknat adalah makanan di pesta-pesta pernikahan yang didalamnya hanya menyenangkan orang-orang berpunya saja. Sedangkan orang-orang yang terbiasa makan seadanya, fakit miskin, ataupun anak-anak yatim dilupakan. Padahal bisa jadi, orang-orang berpunya sudah terbiasa makan enak. Sedangkan kalo buat orang miskin dan anak yatim, makanan itu menjadi sangat istimewa. Jadi, kalo kata ustadz, kalo gak pengen makanan di acara pesta kita menjadi makanan yang terlaknat… harus mengikutsertakan orang-orang gak punya juga… gitu seh…

    Suka

    Balas
  3. wateromarch said: Fotonya permainan ini dong Gung. Gw soalnya Jendral Maen di keluarga gw. Ponakan2 gw selalu nodong gw untuk bikin permaenan klo pas mereka nginep di rumah gw.

    waaa… fotonya nggak ada. tukang fotonya rupanya ikutan terkesima melihat permainan itu. gini deh, gue coba jelasin lebih detil, mudah2an kebayang kaya apa. sebenernya ini game lebih seru kalo dimainkan oleh 2 kelompok, jadi perlu 2 tongkat. jumlah anggota per kelompok bebas, tergantung panjang tongkatnya. makin banyak makin seru. caranya: anggota kelompok berdiri berjajar, masing2 mengacungkan telunjuk secara mendatar, kurang lebih setinggi dada. punggung telunjuk (bagian yang ada kukunya) menghadap ke atas. setelah siap, tongkat diletakkan di atas jejeran telunjuk2 itu. sebelum mulai, pastikan seluruh telunjuk menempel pada tongkat. instruksinya: 1. letakkan tongkat di atas lantai, bagian tangan yang boleh menyentuh tongkat hanya punggung telunjuk (jd tongkat nggak boleh dipegang). 2. sampai posisi tongkat menyentuh lantai, seluruh telunjuk harus tetap menempel pada tongkat, nggak boleh ada yang lepas. 3. kalo dalam proses menurunkan tongkat ada telunjuk yang lepas, proses harus diulang dari awal lagi.poin 2 dari instruksi di atas lah yang menyebabkan tongkat jadi kayak bebas gravitasi. karena setiap anggota kelompok jadi takut jarinya lepas dari tongkat, maka secara nggak sadar dia justru akan menggerakkan jarinya ke atas (naik) bukannya turun! dan kalo ada satu aja anggota kelompok yang menggerakkan tongkat sedikit naik, maka secara refleks anggota kelompok yang lain akan berusaha’mengejar’ naik yang akibatnya tongkat malah akan mumbul makin tinggi lagi. lucu ngeliat ekspresi para peserta yang keheranan kenapa tuh tongkat bukannya turun malah naik2 mulu.

    Suka

    Balas
  4. Setuju bgt soal ” ga usah nodong doa”itu…perkara doa sih ga usah disuruh / ditodong,tergantung kesadaran dan kemauan mereka aja.Dengan membuka ‘Chapter sedih mereka’ ga menjamin mereka mau berdoa dgn tulus hehhehe..

    Suka

    Balas
  5. mbot said: Sedangkan ide game untuk 7 anak yang tersisa dateng dari salah satu game experiential training milik temen gue, namanya Helium Stick. Ini game rada susah untuk dideskripsikan. Intinya, melibatkan sebatang tongkat yang harus diletakkan sejumlah orang ke lantai, yang pada prakteknya si tongkat bukannya bergerak turun; tapi malah akan naik melulu – makanya game ini dinamain Helium Stick. Biasanya dipake di soft-skills training seperti leadership atau team-building training, salah satu kerjaan gue di masa lalu Untuk tongkatnya gue pake gagang pel.

    Fotonya permainan ini dong Gung. Gw soalnya Jendral Maen di keluarga gw. Ponakan2 gw selalu nodong gw untuk bikin permaenan klo pas mereka nginep di rumah gw.

    Suka

    Balas
  6. uhuuuuu….terharoooooo akooooo….

    Suka

    Balas
  7. myshant said: tanpa dimintapun, insya Allah mereka akan mendoakan agar tgl 3 Juli nanti, lancar dan berkah.

    amin..amin ya allah..:-))))

    Suka

    Balas
  8. mbot said: Epilog

    spt biasa ….epilognya bikin gue senyum-senyum stlh terharu baca yg atas-atas …membahagiakan anak yatim itu, gede banget pahalanya.tanpa dimintapun, insya Allah mereka akan mendoakan agar tgl 3 Juli nanti, lancar dan berkah.

    Suka

    Balas
  9. mbot said: Nggak tau ya, mengundang anak2 itu dengan niat agar mereka mendoakan kita aja udah bikin gue kurang sreg. Somehow it doesn’t feel right for me, kayaknya kok seperti penodongan, gitu. Orang mendoakan kita kan karena orang itu mau, bukan karena disuruh mendoakan. Lagian, doa yang dilakukan secara nggak ikhlas, apa iya bisa ‘sampe’?Gue membayangkan kalo gue ada dalam posisi anak-anak itu, ujug2 diajak-ajak ke rumah orang yang gue nggak kenal, trus disuruh berdoa untuk orang itu. Idih, siapa elu? Mereka memang masih anak2, tapi anak2 kan juga punya pilihan sendiri mau berdoa untuk siapa. Menurut gue, adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?Bagian ‘nodong doa’-nya aja udah bikin gue rada kurang sreg, ditambah lagi kedatangan mereka nanti akan di-“manfaatkan” untuk bikin orang terharu-biru dengan kisah sedih yang mungkin nggak nyaman buat mereka ceritakan lagi. Maksud gue, come on, put yourself in their shoes. Katakanlah lo abis ketiban sial, yang kecil-kecil aja seperti misalnya spion mobil dicongkel orang di traffic light. Trus abis itu lo disuruh cerita berulang kali mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan itu. Emang enak? Lagian secara psikologis gue yakin efeknya nggak akan positif bagi mereka. Masa anak-anak adalah masa bermain, masa bersenang-senang. Kalo mereka diajak sedih-sedihan mulu, gimana nanti perkembangan mentalnya 10-20 tahun ke depan?

    Bagi gw, apa yang udah mas Agung buat adalah suatu perbuatan yang mulia. Karena menurut ajaran keimanan gw, kalo kita memberkati orang, kita juga akan diberkati dengan berlipat sama Tuhan.Salut buat mas Agung dan mbak Doti.ES

    Suka

    Balas
  10. mbot said: “Kalau ngundang mereka, bagus sekali,” kata si oom melanjutkan, “mereka bisa kita minta bantu mendoakan, dan nantinya bisa disuruh cerita juga.””Cerita? Cerita apaan Oom?””Ya… cerita pengalaman mereka waktu bapak-ibunya meninggal, sedih deh, tamu yang lain pasti terharu dengernya…Misalnya, ada salah satu anak yang ibunya meninggal karena jatuh dari boncengan sepeda motor ayahnya… Jadi si anak ini ditinggal pergi sebentar oleh orang tuanya, pulang-pulang ibunya udah meninggal, sediih sekali…””Lho…?!” gue bengong dengernya.

    Mas..di-doakan oleh anak yatim lebih mutajab doanya mas, katanya.Mengenai cerita, kadang perlu juga kita mendengar yang minus2. Daripada mendengar yang plus2. Tetapi memang kalau di exploitir jadi enggak bagus. Tetapi karena pernah berkecimpung di suatu yayasan (sebentar aja), jadi tahu kadang kita perlu bercerita/menceritakan apa yang terjadi pada mereka kepada khalayak umum agar kita bisa mendapatkan donor untuk mereka2 itu setelah mereka membaca/mendengar cerita2 mereka. Mohon maaf kalau tidak berkenan dengan kata2 saya.wass. wr. wb.

    Suka

    Balas
  11. mbot said: adalah hak asasi orang untuk memilih siapa yang mau mereka doakan, nggak bisa dipaksa-paksa. Hmm.. aneh nggak sih pemikiran gue?

    Gak aneh sama sekali kok ^__^Nabi mulia bahkan meminta setiap keluarga Muslim menggembirakan mereka dengan menjadi ayah dan ibu dari (minimal) 1 anak yatim.

    Suka

    Balas
  1. Di manakah engkau, HPku sayang? | (new) Mbot's HQ

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Komentar Terbaru

    apinn95 di [2012-003] Mau gampang? Ya jan…
    Sandra Buana Sari di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    mbot di Manusia Ibarat Kertas…
    ganganjanuar di Manusia Ibarat Kertas…
    omnduut di Manusia Ibarat Kertas…
    Rezky Yayang Yakhami… di Kenapa Orang Tersinggung?
    fe13bi di Kenapa Orang Tersinggung?
    mbot di Kenapa Orang Tersinggung?
  • Terfavorit

  • Terbanyak diklik

  • Masukin email lu di sini agar dapat notifikasi tiap kali ada tulisan baru

    Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya

  • Twitnya @mbot

  • Agung ‘si mbot’ Nugroho

  • Jepret!

    Dia nggak bilang pejalan kakinya manusia kan... Siapa tau yang dimaksud tokek. 
#spanduk #koplak #superindo #tokek #pengumuman #tebet Hati2 kalo nanya sama psikolog asal jeplak gini

#whatsapp #psikolog #chat #konsultasi Kamu seperti... #jemuran #hujan #inget #gombal #meme Silakan add, @bangjoni udah live di Line! Pentingnya grammar
#stiker #sticker #grammar #fail #jakarta #traffic #car Bang Joni akan live di Line! 
#chat #bangjoni One question: HOW? 
#bajaj #jakarta #parkir #got #ajaib #koplak Psychology Class of 91 Silvery Reunion. 
Reunion, reunited. Today. 
#reunion #friends #ui #psikologiui #psikologi #silvery Simbol status
#rokok #cukai #50ribu #harga #meme
  • Arsip

  • Penunggu blog ini

    mbot

    mbot

    Seorang pegawai biasa-biasa aja

    Layanan Terverifikasi

    Tampilkan Profil Lengkap →

  • RSS Nonton Deh!

    • Parodi Film: Suicide Squad (2016) 14 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Amanda Waller, pejabat intelijen, presentasi di depan sekumpulan pejabat militer. AMANDA: “Kita beruntung Superman yang barusan ini, yang sekarang lagi mati suri dan dipastikan akan hidup kembali dalam film berikut karena demikianlah pakem da […]
    • Parodi Film: Bangkit (2016) 12 Agustus 2016
      SPOILER ALERT!Jangan baca kalo masih ingin penasaran dengan cerita film ini.SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!SPOILER ALERT!Ada bus kejeblos jurang. Muncul sang pahlawan, anggota Basarnas, bernama Addri. Ya, dengan 2 huruf D. Addri: “Saya akan menyelamatkan Anda semua, satu per satu. Kita mulai dari wanita dan anak-anak!”Beberapa menit kemudian, hampir semua penum […]
    • Kalo Fans Turun Tangan Ngeberesin Trailer Film 15 Mei 2016
      Hari gini, jadi produsen film 'mainstream' itu semakin nggak gampang. Masalahnya, software pembuat film makin gampang didapat, film bisa dibikin secara "rumahan" dan akibatnya: penonton makin kritis. Sepuluh tahun lalu, saat produsen film melempar trailer promosi ke pasar, kemungkinannya cuma dua: orang tertarik atau nggak tertarik. Sekar […]
    • Review: My Stupid Boss (2016) 14 Mei 2016
      Nggak kerasa udah 7 tahun sejak gue pertama kali bikin review tentang buku My Stupid Boss. Dalam kurun waktu tersebut bukunya udah masuk jilid 5, plus sempet ada antologi cerita boss-boss bego kiriman pembaca juga, dan… difilmkan!Kemarin gue kembali beruntung dapet kesempatan nonton premiere film My Stupid Boss the Movie, sebagai (kalo nggak salah) premiere […]
    • Review: 5th Wave (2016) 17 Januari 2016
      Coba deh tonton trailer film ini:Action? Check.Alien? Check.Chloë Grace Moretz? Check.Jelas, gue langsung memutuskan nonton.Ekspektasi gue adalah film sejenis Battle Los Angeles (2011) atau War of the Worlds (2005) atau Independence Day (1996), tentang bumi yang diserang alien jahat dan berisi adegan-adegan perang seru.Begitu filmnya mulai, adegan dibuka den […]
    • Review: Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan (2015) 5 Januari 2016
      Tentang kenapa di sini kaum Cina ‘diperlakukan khusus’ adalah pertanyaan yang belum berhasil gue temuin jawabannya. Kenapa kita bisa santai bilang, “Si Joko Jawa, Si Tigor Batak, Si Asep orang Sunda,” tapi giliran “Si Ling Ling” mendadak kagok, lantas jadi nginggris: “Chinese”? Atau yang lebih absurd lagi: pencanangan sebutan Cina diganti jadi Tionghoa oleh […]
    • Obrolan Film Merangkap Ujian Kesabaran 9 April 2015
      Setiap orang punya penghayatan beda tentang film. Ada yang suka ngapalin berbagai detil tentang film favoritnya, ada juga yang bisa inget judul aja udah syukur. Sah-sah aja sih sebenernya. Yang bikin senewen adalah NGEDENGERIN orang-orang tipe terakhir saling ngobrol. Kemarin, karena udah kemaleman untuk jalan kaki, gue pulang naik angkot. Di dalemnya ada 2 […]
    • Review: Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) 6 April 2015
      Baru kali ini gue sampe merasa perlu "belajar" dulu sebelum nonton film. Ada dua pemicunya. Pengalaman nonton film Lincoln: udah mana pengetahuan gue tentang sejarah Amerika minim banget, cuma ngerti Lincoln itu anti perbudakan dan matinya ditembak, eh di filmnya muncul tokoh banyak banget yang mukanya nampak sama semua karena rata-rata berewokan.  […]
    • Battle of Surabaya: Menikmati Seriusnya Proses Jualan Film 23 Maret 2015
      Seumur-umur jadi penggemar film Indonesia, baru kali ini gue ngelihat film yang upaya pemasarannya seserius ini. Bayangin aja, filmnya belum jadi, tapi trailernya udah didaftarin ikut lomba. Eh, masuk nominasi di Golden Trailer Award, bahkan menang di International Movie Trailer Festival. Ngomong-ngomong, baru sekarang loh gue tau ada festival untuk trailer […]
    • Preview: Tomorrowland (2015) 11 Maret 2015
      Gue pertama kali nonton teaser trailer film ini tahun lalu, dan langsung memutuskan akan nonton. Adegannya bikin penasaran banget: ada seorang cewek ABG yang mendadak bisa pindah lokasi saat menyentuh sebuah pin berlogo T. Pin apa itu? Kenapa dia bisa mindahin orang? Pindahnya ke mana? Sukses banget trailernya bikin orang penasaran ingin nonton film ini.Baru […]
  • RSS Bisnis bareng Ida Yuk!

    • Banyak orang gagal jalanin MLM? Bukan..mereka BERHENTI. 1 September 2016
      'Udah pernah join dulu mbak, tapi gagal….’ Pernah denger kalimat ini saat mengajak seseorang join oriflame? Saya sering..  Alasan ‘kegagalan’-nya macam-macam.. Ada yg karena modalnya mandeg gara-gara jualan produk oriflamenya sistem hutang maka menilai bisnisnya gagal , ada yg ditolak 10 orang lalu merasa gak bakat dan gagal, ada yg gak naik-naik level […]
    • Konsultan Oriflame seperti siapakah Anda: Neil Armstrong atau Lance Armstrong? 26 Agustus 2016
      Ada dua orang Armstrong yang menempati ruang khusus di hati rakyat Amerika. Keduanya berjasa, telah terbukti komitmennya, dan menunjukkan keberanian yang menginspirasi banyak orang. Namun, kisah mereka memiliki akhir yang berbeda.Yang pertama adalah Neil Armstrong, astronot Amerika. Sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan, namanya kondang ke se […]
    • Bangga Jualan, Sekarang Juga! 25 Agustus 2016
      "Malu Jualan", barengan sama "Gampang Percaya Hoax" dan "Jam Karet"adalah kebiasaan-kebiasaan yang penting segera diberantas karena bikin Indonesia susah maju. Tapi "Malu Jualan" adalah yang paling parah. Beberapa waktu lalu, seorang teman yang lama nggak kedengeran kabarnya tiba-tiba muncul dengan pertanyaan, "Gu […]
    • Kerja Oriflame itu seperti apa sih? 24 Agustus 2016
      Dulu, waktu pertama kali baca tentang Oriflame, liat cerita sukses para top leader yang berhasil dapat penghasilan bulanan hingga puluhan juta, dapat mobil, jalan-jalan ke luar negeri, aku bertanya-tanya, "Ini kerjanya gimana sih sebenernya? Kok kayaknya seru banget. Nggak harus terikat jam kerja kayak kantoran tapi bisa pada punya uang jutaan!" Se […]
    • Skin Pro Oriflame, Membersihkan Wajah 5x Lebih Bersih 23 Agustus 2016
      Membersihkan wajah itu penting! Aku menyarankan metode 2 langkah untuk pembersihan wajah, yaitu: 1. Susu Pembersih 2. Toner Untuk menuntaskan pembersihan, kita mencuci muka menggunakan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit. Cuci muka pakai tangan saja hasilnya ternyata kurang maksimal, karena kotoran dalam pori-pori tidak bisa terangkat sepenuhnya. Orifl […]
    • Edukasi MLM untuk Abang Gojek 22 Agustus 2016
      Aku baru pulang dari training skin care di Oriflame Daan Mogot. Pulangnya seperti biasa panggil Gojek. Di jalan, abang Gojeknya tanya, kenapa ramai sekali kantor Oriflame Daan Mogot hari itu. Rupanya dia biasa mangkal di depan kantor Oriflame dan keramaian hari itu lebih dari biasanya. Aku bilang, habis ada training besar, yang pesertanya sampai 300 orang. T […]
    • Scrub Bibir ala Ida dengan Tendercare dari Oriflame 21 Agustus 2016
      Banyak downline dan pelanggan yang menanyakan, apakah Oriflame sudah mengeluarkan produk scrub untuk bibir. Sayangnya, sampai hari ini belum. Tapi kita bisa membuat scrub bibir sendiri lho, dengan memanfaatkan produk andalan Oriflame, si kecil mungil ajaib Tendercare. Silakan tonton videonya ya! Bonus: Di menit 4:55 ada kejutan khusus gara-gara shootingnya d […]
    • NovAge, Skin Care favorite aku! 19 Agustus 2016
      Soal urusan merawat wajah, aku udah buktiin sendiri deh pokoknya. Produk Oriflame yg sesuai kalau dipakainya secara KONSISTEN dan SABAR, hasilnya beneran NYATA. Sebagai yg kulit wajahnya cukup rewel--sensitif maksudnya, aku dulu takut sekali coba sembarang skin care. Soalnya salah-salah pakai produk pastiii jerawatan dan bruntusan. Ah sedih deh pokoknya. Mak […]
    • Oriflame bagi-bagi Tab Advan, ini pemenang dari teamkuu.. :-) 17 Agustus 2016
      Bulan April 2016 lalu Oriflame bikin challenge KEREN BANGET!Apalagi kalau gak bagi-bagi hadiah kan? Judul challenge-nya 'NOW OR NEVER'.Persyaratannya bisa dibilang MUDAH SEKALI lho. Para konsultan yang ingin dapat hadiah ini cukup meraih level baru 9% atau 12% atau 15% di bulan April 2016, lalu mempertahankannya di bulan berikutnya. Serta ada syara […]
    • Merawat wajah itu SABAR dan KONSISTEN. 20 Juni 2016
      Yang namanya perawatan kulit wajah itu BUTUH WAKTU ya teman2. Minimal banget hasil mulai terlihat nyata pada minggu ke 4 ya.. sekitar 28 hari, sesuai siklus pergantian kulit kita. Baca lagi, aku tulis-- 'MULAI terlihat nyata'. Bukan berarti langsung tau2 muka berubaaaaah gitu. Gak bisa. Tapi umumnya akan terlihat perbedaan pada minggu ke 4. Apalagi […]
%d blogger menyukai ini: