[Sharing HRD] Pindah kerja? Awas nyesel…


Pengantar:Sebagai seorang (mantan) makhluk HRD, pikir2 kok gue malah jarang ya nulis tentang per-HRD-an di multiply. Padahal dari obrolan2 sehari-hari, keliatannya cukup banyak juga orang yang tertarik soal HRD. Wajar mengingat di manapun lo kerja, nggak akanmungkin lepas dari urusan sama HRD. Dan untuk beberapa hal, ketidaktahuan bisa berakibat cukup fatal. Di sini gue akan coba share beberapa hal yang gue tau soal HRD, moga2 bermanfaat. Maap-maap sebelumnya kalo ada yang salah!

Bayangin, pada suatu hari lo lagi baik-baik browsing kaskus.com kerja, tiba2 dapet telepon dari head hunter yang nawarin lo kerjaan baru dengan gaji 2 kali lipat. Langsung sikat? Woohoo… sabar dulu boss, urusan pindah kerja nggak sesederhana itu. Pastikan dulu lo udah perhitungin faktor-faktor di bawah ini:

A. Faktor-faktor “Paket”

Kali-kalian
Misalkan gaji lo sekarang 1 juta, terus lo ditawarin kerjaan dengan gaji 1.5 juta. Kenaikan 50%? Ntar dulu. Bisa aja kerjaan baru dengan gaji 1.5 juta itu cuma dibayarkan secara standar aja, 12 bulan per tahun plus bonus 1 bulan THR – totalnya 19.5 juta per tahun. Sementara kerjaan lo sekarang memang cuma 1 juta per bulan, tapi di pertengahan tahun ada bonus 3 bulan gaji, di akhir tahun ada bonus 3 bulan lagi, bonus etc 2 bulan gaji, masih ditambah THR pulak 1 bulan. Totalnya? 21 juta. Jelas lebih besar dibanding 19.5 juta. Ini kali-kalian sederhana banget, tapi banyak orang yang nggak ngeh dan keburu nafsu aja waktu nerima tawaran.

Pajak
Gue sendiri nggak terlalu ngeh soal itung2an PPh 21, tapi biar aman, make sure gaji yang baru itu setelah atau sebelum dipotong pajak. Selisihnya bisa gede banget, lho.

Cash Benefit
Gaji sekarang 1 juta. Tapi masih ditambah tunjangan2 cash seperti uang transport 100 ribu per bulan, tunjangan pendidikan anak 100 ribu, tunjangan ini itu 300 ribu… total 1.5 juta per bulan. Dapet tawaran baru bergaji 1.5 juta? Ngapain.

Non-Cash Benefit.
Non-cash benefit adalah tunjangan yang tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang, tapi bisa lo manfaatkan dalam keadaan tertentu, biasanya dengan sistem reimbursement (penggantian). Yang paling umum diberikan dalam bentuk ini adalah tunjangan kesehatan. Ada juga beberapa kantor di mana lo bisa reimburse pulsa HP, biaya training, bahkan pakaian. Bajunya lo beli sendiri, trus bonnya bisa lo ganti jadi duit di kantor. Kadang orang nggak memperhitungkan tunjangan model ini dengan pemikiran “toh palingan nggak akan kepake ini lah”. Tapi sebagai orang yang pernah masuk RS seminggu dan dapet bill hampir 6 juta, i suggest you should.

B. Faktor-faktor “Personal Development”

Jenjang karir
Mungkin kalo dilihat dari paket, yang dikasih oleh perusahaan lo sekarang kalah dibandingkan perusahaan yang lagi berusaha ‘membajak’ elo. Tapi perusahaan lo sekarang ini adalah perusahaan yang dikelola secara profesional, bisnisnya lagi tumbuh, dan stabil sementara di perusahaan yang ‘sana’ dirutnya sepupunya owner, direktur finance menantu, asisten managernya keponakan… wah, pikir2 lagi deh sebelum telanjur frustrasi akibat karir mentok dihadang silsilah!

Jenis pekerjaan
Uang nggak bisa membeli kebahagiaan (baca: kepuasan kerja). Ini pepatah jadul, tapi hasil pengamatan atas pengalaman orang-orang di sekitar gue menunjukkan kebenaran pepatah itu. Mungkin lo akan ngira selama lo dapet paket lebih bagus, nggak papa deh punya kerjaan basi-basi dikit, yang penting duit, Man! Tapi percaya deh; ke-BETE-an saat berhadapan dengan kerjaan baru yang berlawanan dengan minat dan kompetensi elo, bahkan parahnya nggak menjanjikan keahlian / pengetahuan baru, nggak akan bisa dikompensasi dengan uang. Lebih baik lo stay di kantor lama!

C. Faktor “Biaya”

Biaya harian
Balik ke contoh di atas, dikantor sekarang lo digaji 1 juta dan ada kantor baru menjanjikan gaji 1.5 juta. Tapi itung juga biaya harian yang ahrus lo keluarin, apakah lebih kecil, sama, atau bahkan lebih besar? Misalkan di kantor sekarang, lo cukup naik bis 1 kali ke kantor. Pengeluaran lo 2400 perak per hari, atau 12 ribu per minggu, atau 48 ribu per bulan. Sedangkan di kantor baru lo harus naik 2 bis plus 1 kali ojek satu kali jalan, sehingga butuh 10 ribu per hari, 50 ribu per minggu, dan 200 ribu per bulan. Nutup nggak dengan kenaikan ‘paket’ yang ditawarkan?
Biaya harian ini mencakup juga:

  • biaya makan; apakah di kantor baru nanti juga ada warung-warung murah seperti di kantor lo yang sekarang, atau harus makan di foodcourt mahal tiap hari?
  • biaya pendukung tugas; misalnya apakah di kantor baru nanti lo harus sering jalan ke luar kantor pake mobil pribadi tanpa ada penggantian bensin dan parkir, atau harus make HP lo lebih sering?

Biaya ‘reputasi’
Boss gue di kantor sebelumnya pernah bilang “Reputasi itu lebih berharga dari uang” dan gue sepenuhnya setuju. Misalkan lo harus pindah ke perusahaan kompetitor, atau harus pindah dalam waktu yang baru sebentar banget (di bawah 1 tahun), atau harus pindah secara mendadak (kurang dari 1 bulan sejak pemberitahuan), itung semua itu sebagai credit minus terhadap reputasi lo. Catatan2 itu akan terbawa sepanjang umur karir lo, dan potensial untuk jadi bahan pertanyaan waktu wawancara interview kerjaan2 berikutnya. Jangan salah paham, bukannya gue menentang orang untuk pindah ke kompetitor atau jadi kutu loncat, tapi make sure apa yang akan lo dapet di tempat baru sepadan dengan credit2 minus itu. Pastikan kerjaan baru lo nanti memang layak untuk diraih dengan ‘pengorbanan’ tersebut.

Kesimpulan:
Jangan mudah tergiur sama tawaran kerjaan baru. Patokannya gampang aja: pastikan keputusan lo pindah ke kantor baru akan membawa manfaat yang lebih besar ke diri lo, ketimbang stay di kantor lama. Tapi kalo setelah semua faktor lo itung untung-ruginya dan ternyata emang bener2 untung, tunggu apa lagi, cabuuut!

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

22 Komentar

  1. terima kasih pak

    Suka

    Balas
  2. ipieth said: kenyamanan dalam bekerja itu nilainya immaterial

    setujuhhhh…nice one : )

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: