Hikmah Kejujuran


Pada suatu hari, hiduplah seorang petani. Karena satu dan lain hal, cangkul sang petani nyemplung ke dalam sungai. Dan karena ini dongeng, sang petani bukannya ambil solusi praktis beli cangkul baru tapi malah berdoa di pinggir sungai. Maka dari dalam sungai muncul peri/bidadari yang cantik jelita membawakan cangkul yang terbuat dari perunggu. “Inikah cangkulmu, wahai petani?” “Bukan!” kata petani dengan jujur. Lalu perinya nyilem kembali dan muncul berkali-kali dengan membawakan cangkul yang makin lama makin mahal dan bahannya makin nggak masuk akal untuk dibuat cangkul seperti perak, emas, dan berlian. Akhirnya peri membawakan cangkul petani yang sebenarnya, dan sebagai hadiah atas kejujuran sang petani, maka sang peri menghadiahkan juga cangkul2 yang mahal2 tadi.

Mungkin ada yang udah pernah denger dongeng tersebut di atas. Secara turun-temurun, dongeng memang populer sebagai salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan moral tanpa terkesan menggurui. Tapi berkat kemajuan jaman, makin lama dongeng2 tersebut makin nggak nyambung dengan lingkungan anak2 masa kini. Anak2 yang tinggal di residential apartment, misalnya; mana kebayang sih bentuknya cangkul? Karena itu diperlukan dongeng2 yang memiliki pesan moral yang sama, tapi dengan konteks yang lebih modern. Lebih bagus lagi bila kisahnya betulan terjadi, bukan sekedar dongeng. Salah satunya seperti di bawah ini;

“Alkisah pada jaman sekarang hiduplah seorang temen gue yang nggak usah disebutkan namanya di sini. Dia terdaftar sebagai anggota klub kebugaran terkemuka dengan iuran bulanan yang cukup mahal. Pada suatu hari, klub kebugaran tersebut membuka cabang. Anggota lama yang ingin bisa berlatih di dua tempat (di lokasi lama dan lokasi baru) harus meng-upgrade keanggotaannya, tentunya dengan iuran bulanan yang lebih mahal. Berhubung teman gue yang tidak usah disebutkan namanya tadi sangat gemar berolah raga, ia turut meng-upgrade keanggotaannya.

Sebulan berlalu setelah ia mendaftarkan diri, datanglah tagihan kartu kredit. Alangkah terkejutnya teman gue itu saat melihat di tagihan kartu kreditnya, karena iuran yang tercantum masih dengan harga yang lama alias dengan nominal yang 25% lebih kecil daripada yang seharusnya. Keadaan ini sebenarnya menguntungkan baginya, namun karena dia orangnya jujur, dia melaporkan kesalahan penagihan ini kepada bagian administrasi klub kebugaran yang bersangkutan.

Mbak-mbak petugas administrasi yang dilapori sangat terkesan dengan kejujuran teman gue ini, dan langsung melakukan pengecekan di komputer. Berdasarkan hasil pengecekan, ternyata diketahui bahwa selain ada salah tagih yang jumlahnya lebih kecil itu, pada bulan berjalan juga sedang ada tagihan susulan yang kalau ditotal jumlahnya akan jauh lebih besar (2,5 kali lipat) dari yang seharusnya. Tagihan yang belakangan ini belum tercantum dalam rekap kartu kredit teman gue tersebut. Buru-buru kesalahan ini diperbaiki oleh sang mbak-mbak petugas administrasi. Seandainya dia tidak melaporkan kesalahan yang sekilas nampak menguntungkan tadi, dia justru akan rugi karena harus bayar 2,5 kali lipat lebih mahal. Demikianlah hikmah kejujuran, dan teman gue hidup bahagia selamanya, sehat karena rajin berolah raga dengan tagihan klub kebugaran yang sesuai dengan ketentuan berlaku.”

Pesan moralnya; di jaman sekarang kejujuran memang tidak mendatangkan cangkul emas, namun bisa menghindarkan kita dari tagihan klub kebugaran yang lebih besar.

Iklan
Tinggalkan komentar

14 Komentar

  1. mbot said: baca di sini panduannya

    Kemaren udah baca juga sih, tapi ngga’ ngeh, soalnya lagi penasaran sama ‘kisah cinta’ si mbot, jadinya jurnal yang rada mikir dibaca sekilas aja. Lagi dicoba ni Pak, makasih….

    Suka

    Balas
  2. ini nyoba ni Pak….Saya seneng baca jurnal-jurnalnya si mbot, terutama yang ini, soalanya ajian pamungkas Ibu saya juga seperti Ibunya si mbot.

    Suka

    Balas
  3. kalo nggak mau ngapalin, ya pake html editor. yang paling populer adalah microsoft frontpage. ketik dan format aja textnya, terus lihat source-nya (di tab bagian bawah layar ada tulisan html, klik di situ) dan copy ke field di multiply. kalo nggak punya frontpage, bisa juga pake microsoft words. baca di sini panduannya.

    Suka

    Balas
  4. mbot said: Semoga cukup jelas

    Alhamdulillah, jelas Pak Guru Tapi mo nanya lagi…. adakah cara cepat memakai rumus2 spt ini selain dg cara dihafal? Apalagi ada embel2 warning ga’ boleh salah. Yah kalo rumus yang sederhana, otak saya masih mampu lah, lebih dari itu…

    Suka

    Balas
  5. emprit said: Kalo di tempat yang ngga’ ada tombol link nya (kayak di box reply), apa rumusnya?

    rumusnya <a href=url>, contohnya <a href="http://mbot.multiply.com">link</a>akan menjadi linkvariasi: kalo link tadi mau di-set agar setiap kali diklik terbuka di window baru, maka ditambahi target=”_blank”contoh: <a href="http://mbot.multiply.com&quot; target="_blank">link</a>link</a>akan menjadi linksilakan diklik kedua link di atas biar jelas bedanya. Warning:Jangan, pokoknya jangan pernah lupa memberikan tag penutup (</a>), karena akan membuat halaman ybs menjadi kacau dan nggak bisa diedit lagi. Mending tag penutupnya kelebihan daripada kurang. Yah, bisa sih, tapi harus dengan trik2 khusus. untuk jelasnya bisa dibaca di multiplynya ferdina. Semoga cukup jelas.

    Suka

    Balas
  6. mbot said: ya begitu itu tadi, kata yang mau diberi link di select dulu. Misalnya kata

    Kalo di tempat yang ngga’ ada tombol link nya (kayak di box reply), apa rumusnya?

    Suka

    Balas
  7. B%$#*^@n…..!

    Suka

    Balas
  8. tianarief said: pesan moralnya: agung udah mulai rajin berolah raga nih, menghadapi hari penting 3 juli mendatang.

    wah, dia sih dulu justru lebih rajin dari sekarang mas tian..dulu getol bgt olahraganya, seminggu bisa ampe 4 kali, sekarang malah suka ngga ada waktu karna pulangnya maleeeeeem terus…gimana ini nasibku ntar sebagai istri..ditinggal suami mulu..*curhat gini ya jadinya*hehehehe

    Suka

    Balas
  9. pesan moralnya: agung udah mulai rajin berolah raga nih, menghadapi hari penting 3 juli mendatang.

    Suka

    Balas
  10. ok trimakasih mas agung..ntar saya coba…

    Suka

    Balas
  11. dedysubandi said: maksudnya….yang di jurnal kita..misal..jadi “dia”..padahal ini link..misal kang bayu…atau “selengkapnya disini”..kalimat ini adalah link ke misal kompas.com…begitu loh mas agung kemarin saya coba…tidak bisa…dilihat di jurnal saya pelajaran kematian dari jalanan….itu linknya malah g muncul..untuk browsernya saya gunakan mozilla firefox 1. he2..yang gratisan…..maklum g ada aslinya..

    ya begitu itu tadi, kata yang mau diberi link di select dulu. Misalnya kata “dia”, nah kata tsb diselect / di highlight, baru klik tombol yang tadi gue sebut, yg nomer empat dari kanan itu. setelah box keluar, baru masukkan llinknya.

    Suka

    Balas
  12. mbot said: edangkan mengubah tulisan, gue kurang nangkep nih, ngubah tulisan gimana maksudnya?

    maksudnya….yang di jurnal kita..misal..jadi “dia”..padahal ini link..misal kang bayu…atau “selengkapnya disini”..kalimat ini adalah link ke misal kompas.com…begitu loh mas agung kemarin saya coba…tidak bisa…dilihat di jurnal saya pelajaran kematian dari jalanan….itu linknya malah g muncul..untuk browsernya saya gunakan mozilla firefox 1. he2..yang gratisan…..maklum g ada aslinya..

    Suka

    Balas
  13. untuk menginsert link, sewaktu menulis posting tinggal klik tombol ke-empat dari kanan di toolbar, yang gambarnya mirip balok miring berwarna tosca. Nanti akan muncul sebuah box, dan tinggal masukin link-nya ke box tsb. Tapi kalo ga terjadi apa2 setelah diklik (ga keluar boxnya) kemungkinan browsernya ga javascript enabled. Liat lagi setting browsernya. Sedangkan mengubah tulisan, gue kurang nangkep nih, ngubah tulisan gimana maksudnya? Kalo mengubah tulisan seluruh posting, tinggal diselect all terus klik tombol paling kiri dari toolbar. Tapi kalo mengubah tulisan sebuah link biar saat didekati kursor jadi bold dan ada underline-nya, harus dari CSS-nya.

    Suka

    Balas
  14. ceritanya menarik…apalagi pesan moral yang belakangan cuma gambarnya dari luar negeri kali y?…. ^-^..oia mas agung bagaimana menginsert link dan merubah menjadi tulisan lain…dari fasilitas mp atau lain..kemarin saya coba kenpa gagal y?

    Suka

    Balas

Ada komentar?

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: